oleh

Tidak Ada Alasan Menaikkan Harga Beras

SULTENG RAYA – Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Rudy. K. Bullah menegaskan stok beras di wilayahnya masih cukup.

“Tidak ada alasan untuk menaikkan harga beras, karena saat ini untuk di gudang Bulog itu setelah kami konfirmasi kepada Pimpinan Cabang Bulog, masih cukup (Stok beras) untuk empat sampai lima bulan kedepan,” katanya saat dijumpai awak media, Selasa (31/3/2020).

Rudy mengatakan, pekan ini ada ketambahan lagi sebanyak 500 ton. Sedangkan Bulog sendiri sesuai informasinya sedang meminta ketambahan lagi sebanyak 500 ton. “Sedangkan untuk instansi kami sendiri yakni Dinas Ketahanan Pangan, telah mengisi untuk penambahan. Sedangkan cadangan pemerintah daerah itu dianggarkan sekitar 50 ton, untuk sisa stoknya yang masih ada di gudang pemerintah daerah sampai saat ini masih 16,5 ton. Dari yang ada ini dan Insya Allah pada bulan April dan Mei akan terjadi panen raya. Sehingga dengan dasar ini para penjual tidak ada alasan untuk menaikkan harga beras tersebut artinya stok kita saat ini masih cukup,” tegasnya.

Baca Juga :   Polsek Luwuk Imbau Warga Tidak Balapan Liar

Rudy Bullah juga menyesalkan, adanya oknum yang bermain dan menggunakan momen wabah Virus Corona dan menjelang bulan suci Ramadhan untuk menaikkan harga beras. “Sesuai petunjuk Bupati Banggai bahwa sementara untuk beras jangan dulu ada yang keluar dari daerah Kabupaten Banggai, karena beberapa titik wilayah di luar Kabupaten Banggai itu memang banyak permintaan dengan kenaikkan harga yang sangat signifikan luar biasa,” ujarnya.

Untuk operasi pasar kata Rudy, saat ini pihaknya meminta kerjasama dengan pihak Bulog dalam hal ini menjual beras medium dengan harga 8.500/kg kemudian tepung terigu 12.500/kg dan minyak goreng 12.500/kg. “Ketersedian untuk minyak goreng Insya Allah sampai akhir tahun masih cukup. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan koperasi BMT Al Muhajirin, Alhamdulillah saat kami bertemu dengan Pimpinan BMT tersebut beliua sangat respon sekali, sehingga beliau membantu harga bawang merah dan bawang putih, sedangkan di pasaran sendiri harga bawang merah 45.000/Kg di pasar murah ini kami jual hanya 35.000/kg ada selisih perbedaan yang sangat dragtis,” tambahnya.

Baca Juga :   31 Personel Polres Banggai Amankan PSU di Morut

Rudy mengaku, untuk penjualan di pasar murah ini tidak mengharapkan keuntungan satu rupiah pun dan mereka semata-mata bekerja untuk membantu masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Banggai telah melakukan pemantauan pasar mengenai harga beras yang saat ini lagi dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga dengan mahalnya harga beras tersebut masyarakat merasa keberatan dalam membeli bahan pangan berupa beras. MAM

Komentar

News Feed