oleh

Mandiri Syariah Mudahkan Nasabah Transaksi #Dirumahaja

SULTENG RAYA – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memudahkan masyarakat melakukan transaksi di rumah mendukung memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

RCEO Region 8 Makassar Mandiri Syariah, Kemas Erwan Husainy, mengatakan, di tengah kondisi challenging karena adanya pandemi Covid-19, Mandiri Syariah gencar mensosialisasikan layanan digital yang dapat menjadi solusi kebutuhan nasabah untuk melakukan pembayaran, transfer dan lainnya.

Sejalan dengan pesan Pemerintah agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, Mandiri Syariah gencar mengimbau nasabah untuk melakukan transaksi #dirumahaja.

Imbauan disampaikan melalui berbagai media termasuk tatap muka virtual termasuk event di atas ataupun event lainnya seperti pengajian online, konsultasi online, dan lainnya.

Baca Juga :   BKKBN Dorong Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Masa Pandemi Covid-19

“Kami berharap dengan adanya teknologi digital banking BSM, nasabah tetap merasa nyaman karena kebutuhannya tetap terpenuhi meskipun #dirumahsaja nasabah tidak perlu khawatir tidak dapat melakukan transaksi perbankan.” kata Kemas Erwan Husainy.

“Karena hanya dengan mengakses handphonenya nasabah dapat melakukan berbagai pembayaran tanpa harus keluar rumah. Saat ini ada lebih dari 80 fitur yang dapat dimanfaatkan. Insya Allah, ke depannya kami akan terus berupaya meningkatkan layanan digital banking. Semakin lengkap, semakin mudah, semakin murah, semakin cepat, semakin aman insya Allah superaps Mandiri Syariah Mobile akan semakin menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya mebambahkan.

Hingga 29 Maret 2020, kata Kemas, jumlah transaksi digital Mandiri Syariah Region 8 Makassar untuk transaksi Mandiri Syariah Mobile mencapai 22.119 transaksi mengalami kenaikan 20 persen dari bulan Februari sejumlah 18.433 transaksi. Jumlah transaksi tersebut didominasi oleh penggunaan fitur transaksi transfer ke sesama rekening Mandiri Syariah dan ke rekening bank lain, pembelian pulsa, pengisian saldo dompet online (OVO, dll), pembelian token listrik dan transaksi berbagi seperti pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf).

Baca Juga :   DPRD Sulteng Terima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

“Untuk transaksi ATM sejumlah 218.936 transaksi mengalami penurunan sebanyak 7 persen dari Februari sejumlah 234.947 transaksi. Penurunan ini terjadi karena nasabah lebih aman dan nyaman melakukan transaksi via digital banking dalam kondisi wabah virus covid-19 saat ini,” jelas Kemas Erwan Husainy. */RHT

Komentar

News Feed