oleh

Harga Jahe Merangak Naik

SULTENG RAYA – Sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Palu, meyakini tanaman jahe menjadi salah satu bahan ramuan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 disejumlah kota di Indonesia, membuat tanaman jahe banyak diburu masyarakat. Karena, masyarakat percaya, virus hanya bisa menginfeksi saat daya tahan tubuh menurun.

Akibat banyak dicari masyarakat, tanaman jahe ternyata mulai langka, termasuk di Kota Palu. Jika pun masih ada, hargahnya mulai merangkak naik. Saat ini, harganya tembus Rp100 ribu per kilogram dari Rp30.000 per kg sebelum adanya isu Covid-19.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Palu, Syamsul Saifudin. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, saat ini harga jahe di pasaran mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga jahe di pasaran dipicu karena kurangnya jumlah petani atau penanam, dan kondisinya saat ini sangat diminati oleh masyarakat. Selain itu, naiknya bahan tersebut dikarenakan banyaknya asumsi yang mengatakan jika jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar sehat dan lebih baik, serta dapat meminimalisir risiko tertular Covid-19, sehingga permintaan atau keperluan masyarakat akan jahe meningkat,” kata Syamsul Saifudin kepada Sulteng Raya, Senin (23/3/2020).

Tidak hanya itu, kata dia, kurangnya jumlah jahe yang mengakibatkan kenaikan harga, juga disebabkan oleh tingkat keberhasilan panen. Artinya, kata dia, jika kondisi cuaca mendukung, maka panen jahe akan berhasil, tetapi jika kondisi cuaca buruk maka panen tidak akan berjalan lancar.

“Dengan keadaan harga jahe naik, Disperdagin, berharap agar masalah ini dapat terselesaikan dengan baik, serta mengimbau agar masyarakat tidak panik dan terus menjaga kesehatan diri dan berbelanja sesuai kebutuhan untuk mencegah adanya panic buying,” ucapnya. ULU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed