oleh

OJK Sulteng Stimulus Sektor Perbankan

SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini terus melakukan pemantauan terkait dampak virus corona alias Coronavirus Disease 19 (Covid-19) dengan memberikan kebijakan stimulus kepada lembaga jasa keuangan sektor perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Pemantauan tersebut sesuai dengan siaran pers Nomor:SP-19/DKNS/OJK/III/2020 dan siaran pers Nomor:SP-20/DKNS/OJK/III/2020, yaitu OJK mendukung upaya Pemerintah dalam menanggulangi dampak penyebaran Covid-19 melalui kebijakan stimulus perekonomian bagi lembaga jasa keuangan sektor perbankan dan IKNB.

Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar, menyampaikan, kebijakan stimulus bertujuan meningkatkan resiliensi pelaku usaha, khususnya usaha UMKM atas risiko perlambatan pertumbuhan sektor rill yang disebabkan Covid-19. Selain itu, relaksasi juga bertujuan memitigasi dampak gagal bayar debitur, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kredit lembaga keuangan serta mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan stimulus dilakukan melalui penerbitan peraturan OJK Nomor:II/POJK03/2020, tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19.

Kebijakan stimulus sektor perbankan terdiri dari penilaian kualitas kredit, pembiayaan atau penyediaan dana yang lain hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok atau bunga untuk plafon  kredit sampai dengan Rp10 miliar serta restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit atau pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi, ketentuan  restrukturisas ini dapat dilakukan bank tanpa batasan plafon.

Sedangkan, untuk IKNB yaitu penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema channeling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan, serta metode executing terhadap lembaga pembiayaan yang memperoleh kredit dari perbankan, relaksasi diberikan melalui mekanisme sesuai POJK No.II/POJK.03/2020.

“Bahkan, kebijakan stimulus akan diberikan kepada sektor – sektor yang terdampak penyebaran Covid 19, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan,” kata Gamal Abdul Kahar, Sabtu (21/3/2020).

Lanjut, ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kebijakan stimulus tersebut kantor OJK Sulteng akan terus melakukan pemantauan atas implementasi di lapangan untuk untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard). ULU/RHT

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed