oleh

Pemprov Tidak Terapkan Lockdown di Sulteng

-Kota Palu-dibaca 1.115 kali

SULTENG RAYA – Menyikapi virus corona yang mulai menghebohkan masyarakat Sulawesi Tengah beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

Terlebih, berdasarkan data per Ahad (15/3/2020), jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini mencapai 117 kasus.

Meski Sulteng belum ada kasus yang ditemukan, namun terdapat 32 kasus dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 2 warga Palu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menegaskan tidak menerapkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Tetapi, Gubernur Longki meminta agar aktivitas untuk menghadirkan massa dalam jumlah banyak untuk sementara ditunda.

“Untuk menetapkan lockdown belum dapat kita laksanakan, karena risikonya sangat besar,” kata Gubernur Longki saat memimpin Rapat Pencegahan dan Anstipasi Penyebaran Covid-19 di Sulteng, di ruang kerja Gubernur Sulteng, Senin (16/3/2020).

Baca Juga :   Dokumentasi Pemilu dan Pilkada Bisa Diakses di Web KPU Kota Palu

Kebijakan lockdown mengarah pada imbauan masyarakat untuk tidak keluar rumah dan tidak mengadakan pertemuan dengan banyak orang di tempat umum. Kemudian dalam kebijakan tersebut juga ada pembatasan aktivitas keluar wilayah. 

Mengingat kebijakan tersebut memiliki risiko dan konsekuensi cukup besar, kebijakan tersebut tidak diterapkan di Sulteng. Sebab, jika kebijakan tersebut dipaksakan untuk diterapkan, kata Gubernur Longki, negara harus menanggung biaya  hidup masyarakat.

“Kebijakan lockdown itu konsekuensinya stop aktivitas masyarakat. Sehingga, negara harus menanggung biaya hidup masyarakat,” jelasnya.

Pertimbangan lain, Sulteng belum memiliki kasus positif virus corona. Hanya ada status PDP dan ODP sedang dalam penangan Dinas Kesehatan serta rumah sakit rujukan virus corona.

Baca Juga :   KDRT Masih Mendominasi Kasus Kekerasan Perempuan

“Saat ini Sulteng belum ada kasus yang positif terpapar virus Corona. Tetapi yang disayangkan hebohnya seolah-olah ada,” jelasnya.

Adapun langkah yang ditempuh demi mencegah penyebaran virus corona di Sulteng,  Pemprov Sulteng menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah social distancing.  Selain itu, imbauan juga gencar dilakukan sejumlah instansi terkait pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona.

Sebagai bentuk penguatan, Gubernur Longki mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Nomor:443/141/Dis.Kes tentang Pencegahan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sulteng tertanggal 16 Maret 2020.

Surat edaran tersebut sebagai acuan dan dasar pelaksanaan pemerintah kabupaten dan kota. Surat edaran tersebut mencakup  pengurangan aktifitas pendidikan, aktifitas pelayanan pemerintah dan swasta serta aktivitas masyarakat.

Baca Juga :   Terpidana Korupsi Masjid Raya Buol Dieksekusi

Terkait progress penanganan kasus virus corona di Sulteng, Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr Reny Lamadjido, melaporkan di Sulteng terdapat 32 warga palu sedang dalam masa pemantauan dan pengawasan.

“Ada 1 orang di rawat di Rumah Sakit rujukan virus corona di Kabupaten Banggai dan 2 orang  RSDU Undata Palu,” jelasnya.

Untuk hasil pemeriksaan, saat ini masih menunggu hasil laboratorium dari Jakarta. Namun yang pasti,  kata dr Renny, dua 2 warga yang dirawat di RSUD Undata Palu sudah berangsur – angsur Pulih.

“Sudah mulai pulih. Sambil menunggu hasil, mereka tetap di ruangan isolasi,”jelasnya. RAF

Komentar

News Feed