oleh

Bupati Irwan Minta Bantuan Jangan Dipolitisasi

SULTENG RAYA – Bupati Sigi, Mohamad Irwan meminta agar  bantuan Hunian Tetap (Huntap) dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Desa Pombewe tidak dipolitisasi.

Sebab, ia pastikan bantuan tersebut murni adalah bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana di daerah tersebut.

Pernyataan itu menyusul beberapa orang dinilai mencoba mempolitisasi program bantuan Huntap tersebut. Terlebih, beberapa hari terakhir ramai di media sosial sebuah berita online menuding dirinya selaku Bupati Sigi melakukan pembohongan publik terkait pemaparan data pembangunan Huntap Pombewe, saat rapat koordinasi rangkaian kegiatan misi World Bank untuk_National Slum Upgrading Project (NSUP) dan National Slum Upgrading Project-Contingency Emergency Response Component di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Januari 2020 lalu.

“Bantuan ini jangan dikait-kaitkan dengan Politik karena ini adalah murni bantuan dari yayasan Buddha Tzu Chi, untuk penyintas bencana yang tidak menggunakan uang negara sepeserpun. Sementara, Pemerintah Kabupaten Sigi hanya sebagai penerima manfaat,” tegas Bupati Irwan kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, data yang dipaparkan merupakan data-data diolah secara teknis dari dinas berkompeten. Apalagi, pembangunan Huntap tersebut, kata dia, dipantau semua pihak, sehingga tidak mungkin ia memaparkan data tidak sesuai fakta di lapangan seperti yang ditudingkan padanya.

“Kalau memang data kita salah, world bank, PUPR pusat dan BNPB akan keberatan, tapi mereka semua tidak ada yang keberatan. Anehnya yang keberatan ini mereka yang sepertinya sudah masuk ke ranah politik. Mereka ini dapat data darimana? Atau mungkin saja ini sudah menjadi pesanan politik,” kata bupati Irwan.

Ia menjelaskan, penangnan Huntap di Kabupaten Sigi ditangani PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Untuk data relokasi Huntap ditangani PUPR, sementara Dana stimulan ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.  

Selanjutnya, dua data tersebut dikombinasikan menjadi satu dan dipaparkan oleh Bupati Sigi. Khusus untuk Huntap Pombewe dikelolah PUPR dan dikordinasikan dengan Yayasan Buddha Tsu Chi sebagai pemberi manfaat.

Sementara, soal turunnya Wakil Bupati Sigi ke lapangan untuk mengecek langsung proses pembangunan Huntap, Bupati katakan, hal itu berarti sudah mewakili pemerintah Kabupaten Sigi, sebab wakil bupati adalah bagian dari pemerintahan di daerah terserbut.

“Dikatakan bupati Sigi tidak turun langsung ke lapangan, apakah saya harus melapor kepada mereka untuk memberitahukan kalau saya setiap akhir pekan turun langsung mengecek ke sana (lokasi pembangunan Huntap)? Lagian turunya wakil bupati meninjau Huntap itu sudah mewakili pemerintah daerah, karena Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan dalam pemerintahan. Tapi saya heran sebab pemberitaan tersebut terkesan lebih menjelekan bupati. Atau jangan-jangan juru bicara forum itu membawa titipan,” ucap Bupati Irwan.

Diketahui, laporan progres pembangunan Huntap Pombewe pada Februari 2020 dari target tahap pertama 500 unit yakni pondasi 263 unit, dinding GRC Board 159 unit, atap 117 unit, lantai 85 unit dan fhinising 83 unit. Kini progresnya mencapai sebesar 27,65 persen.

Sementara progres total yakni on progress 51,60 persen, finishing 17 persen dan belum selesai 48 persen. Data tersebut dari PT Utama Sarana Sakti kontraktor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. FRY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed