oleh

APLM Minta DPRD Desak Pemda Tak Beri Izin

SULTENG RAYA – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Laut Morowali (APLM) meminta dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sulteng tidak mengeluarkan izin pembuangan limbah tailing ke laut Morowali.

Diketahui, izin tersebut bakal ditujukan kepada tiga perusahaan, yakni PT QMB New Energy Material, PT Sulawesi Cahaya Mineral dan PT Huayue Nickel Cobalt yang berencana membuang limbah tailing di laut Morowali.

Kordinator Lapangan, Abah mengatakan, soal rencana pemerintah untuk membuang limbah tailing ke laut dalam melalui proyek pembuangan limbah nikel ke laut dalam berakibat buruk terhadap masyarakat pesisir dan masyarakat di pulau-pulau kecil.

“Kami mencatat, pertambangan salah satu penyumbang terbesar kerusakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, khususnya di pesisir Kabupaten Morowali,” jelasnya.

Baca Juga :   HUT Morut, Desa Bunta Terima Penghargaan Dari Bupati

Apalagi, wilayah pesisir Kabupaten Morowali  menjadi lokasi perencanaan pembuangan limbah tailing oleh beberapa perusahaan tambang yang sedang menunggu izinnya untuk di tanda tangani pemerintah daerah.

Sementara itu, Manager Kampanye dan Advokasi Tambang, Jatam Sulteng, Moh Taufik, menyampaikan proyek pembuangan limbah tailing yang direncanakan tersebut memberikan catatan buruk bagi keberlangsungan ekologi di Kabupaten Morowali.

“Rencana proyek pembuangan limbah tailing ini mengancam keberlangsungan ekosisten mangrove, padang lamun, terumbu karang dan sumber daya perikanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan,” jelasnya.

Dampak buruk selanjutnya, potensi ancaman yang besar berikutnya adalah kesehatan masyarakat, baik karena terpapar secara langsung akibat beraktivitas di laut, maupun terpapar secara tidak langsung mengkonsumsi pangan laut. 

Baca Juga :   Kafilah Bungku Tengah Juara Umum MTQ Morowali

Usai berorasi, salah satu anggota DPRD Sulteng Fraksi Nasdem, Yahdi Basma menyambut aksi massa tersebut. Dirinya menyatakan menolak proyek perencanaan pembuangan limbah tailing ke laut  Morowali. Pasalnya, proyek tersebut hanya akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat pesisir.

“Saya menolak keras, itu komitmen saya,” jelasnya.

Yahdi berasalan, proyek perencanaan pembuangan limbah tailing tidak sesuai dengan kepentingan dan merugikan rakyat. Apalagi, kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar.

“Apapun itu kalau tidak sesuai dengan kepentingan rakyat harus ditolak, tinggal bagaimana cara penolaknnya kedepannya, itu nanti dipikirkan,” tuturnya. RAF

Komentar

News Feed