oleh

Peletakan Batu Pertama NTM

SULTENG RAYA – Direktur PT CNE, Mohammad Sandiri  La’anto menyebut pihaknya berencana melaksanakan peletakan batu pertama New Tatura Mall (NTM) dilakukan pada 20 Februari 2020 (20-02-2020) mendatang.

Menurutnya, pemilihan tanggal ‘cantik’ itu sebenarnya sudah lama direncanakan oleh pihaknya. Sebelumnya, terdapat dua pilihan tanggal peletakan batu pertama, yakni 02 Februari 2020 (02-02-2020) dan 20 Februari 2020 (20-02-2020). Tetapi, atas berbagai pertimbangan, akhirnya pilihan jatuh pada 20-02-2020.

“Inshaallah tanggal 20 (peletakan batu pertama) diletakkan langsung oleh Wali Kota Palu, bapak Hidayat,” kata Memet, sapaan akrab  Mohammad Sandiri  La’anto kepada Sulteng Raya, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya diberitakan, Sulawesi Tengah bakal memiliki mall atau pusat perbeajaan modern megah dan bertaraf internasional bernama NTM sebagai pengganti Mall Tatura Palu (MTP).

Rencananya, mall bertaraf internasional itu bakal dibangun di atas lahan bekas MTP yang roboh akibat bencana alam gempa bumi 7,4 SR setahun lalu.

Baca Juga :   Wali Kota Hadianto Tampung Masukan Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal

Desain bangunan direncanakan bakal memadukan antara konsep modern dengan kearifan lokal, dengan tujuh lantai. Dua lantai untuk tempat parkir kendaraan atau basemen dan lima lantai untuk ruang sewa.

“Sesuai recana atau master plan yang kita buat, New Tatura Mall ini akan lebih megah dan modern bertaraf nasional dan internasional,” jelas Direktur Utama PT CNE, Mohammad Sandiri  La’anto kepada sejumlah wartawan di Kantor PT CNE, Kompleks MTP, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, NTM tidak hanya didesain modern dan megah. Mall yang direncanakan pembangunannya menghabiskan Rp350 milar itu, didesain sebagai tempat perbelanjaan yang sesuai dengan keingin dan harapan masyarakat saat ini. NTM direncanakan sebagai lokasi yang multifungsi, mulai dari menjadi tempat wisata keluarga, tempat meeting hingga tempat berbelanja yang ramah dan nyaman bagi semua kalangan.

“Kita ingin membangun mall yang bisa menjadi tempat belanja sekaligus tempat wisata keluarga, tempat meeting, tempat melepas penat. Kami inginkan kedepan, kalau (masyarakat) pulang dari kerja, terasa kurang bila tidak singgah di NTM atau Mall Tatura Palu. Intinya adalah mall yang akan kita bangun itu, kita upayakan dapat memanjakan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palu dan Sulteng pada umumnya,” kata Memet, sapaan akrab Mohammad Sandiri  La’anto.

Baca Juga :   SPAM Regional Palu Ditarget Selesai 2023

Meski peletakan batu pertama pembangunan NTM belum dilaksanakan, namun tenant yang siap mengisi ruang sewa hampir penuh di mall yang direncanakan kelar pemabangunannya pada 2021 mendatang tersebut.

Direksi PT CNE mencatat, dari 25.000 m2 ruang sewa yang disiapkan, 90 persen diantaranya sudah dipesan tenant, baik lokal maupun brand internasional.

“Jadi, di NTM ini ada beberapa ruang, yakni ruang sewa, ruang pemeran dan ruang parkir. Dua lantai ke bawah atau basemen disiapkan untuk tempat parkir kendaraan, kemudian lantai dasar disiapkan untuk khusus ruang pemeran seluas 2.000 m2. Di lantai ini (dasar) tidak ada penjualan fashion, yang ada F&B dan ruang pameran. Lantai empat ada cinepolis (bioskop) dan food court (pujasera). Dari 25.000 m2, 90 persen sudah dipesan tenant,” katanya.

Baca Juga :   Ketua PKK Provinsi Sulteng Lantik Lima Ketua TP PKK

Selain itu, NTM digadang-gadang menjadi mall pertama menerapkan pembangunan menggunakan SNI terbarukan. Kekuatan struktur yang akan dibangun menggunakan SNI terbarukan itu digadang-gadang mampu tahan gempa hingga 9,5 SR lebih.Uniknya, NTM ternyata adalah mall didesain atau karya anak daerah pertama.

“Ini adalah mall pertama karya anak daerah. Kita rencanakana pembangunannya selama 18 bulan setelah peletakan batu pertama pada Februari 2020. Kita rencananya akan laksanakan peletakan batu antara tanggal 2 Februari 2020 (02/02/2020) atau 20 Februari 2020 (20/02/2020). Di mall itu nantinya kita butuh tenaga kerja lokal sekitar 700 orang,” jelasnya.HGA

Komentar

News Feed