oleh

Aksi Kamisan Tolak Rekonstruksi PLTU Mpanau

SULTENG RAYA – Belasan mahasiswa tergabung dalam aksi Kamisan Palu, aksi menolak rekonstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau di depan Kantor DPRD Sulteng, Kamis (6/2/2020).

Penolakan itu ditengarai dampak buruk kepada masyarakat atas aktivitas yang ditimbulkan akibat pembangkit tenaga listrik tersebut.

Koordinator Lapangan, Dandi, mengatakan, PLTU Mpanau kurang kontribusi terhadap ekonomi dan kelangsungan hidup masyarakat di sekitar kawasan PLTU.

“Kami menuntut tidak boleh ada rekonstruksi PLTU Panau,” kata Dandi saat orasi.

Salah satu dampak ditimbulkan dari aktivitas PLTU Mpanau, kata dia, masyarakat mengalami gejala penyakit ISPA dan paru-paru akibat pembakaran batu bara. Selain itu, limbah dari aktivitas PLTU juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah itu.

Senada, Koordinato Jatam, Taufik, menuturkan rekonstruksi PLTU Mpanau hanya diperuntukkan bagi investasi di Sulteng dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang tidak memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.

“Jika benar untuk kepentingan rakyat, mengapa dampak buruk PLTU Mpanau tidak pernah diperhatikan Pemerintah Kota Palu,” jelasnya.

Parahnya, aliran listrik dari PLTU sama sekali tidak memenuhi kebutuhan listrik seluruh wilayah Kota Palu. Justru kata Taufik, sebagian mengalir ke wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Luwuk Kabupaten Banggai.

“Kami menemukan aliran listrik PLTU justru membantu pemenuhan listrik di wilayah Parigi Moutong dan Luwuk, bukan dirasakan oleh masyarakat Kota Palu,” ujarnya.

Rekonstruksi PLTU juga dianggap tidak ramah lingkungan. Kondisi ini ditandai banyaknya masyarakat mengalami dampak kesehatan akibat pembuangan limbah.

“Jika ada dampak positif bagi masyarakat, kami tidak akan menolak. Justru mereka yang berada disekitar lokasi hanya menerima limbah,” tegasnya.

Rekonstruksi sendiri dilakukan karena sebagian besar peralatan PLTU mengalami kerusakan pascabencana dihantam tsunami, 28 September 2018.CR5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed