oleh

Dinkes Sulteng Dorong RSUD Madani Jadi Kelas B

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido mengatakan, siap mendorong RSUD Madani menjadi rumah sakit kelas B.

“Apabila teman-teman RSUD berkenan, kami (Dinkes sulteng) siap mendorong untuk menjadi rumah sakit kelas B,” kata Reny Lamadjido saat membawakan sambutan peresmian  Gedung Instalasi Rawat Jalan dan Gedung Rehabilitasi Nafza Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani, Sabtu (1/2/2020).

Reny menjelaskan, RSUD Madani sudah memenuhi standar menjadi rumah sakit kelas B yakni dengan syarat minimal memiliki 150 tempat tidur. Sementara RSUD Madani saat ini telah memiliki sekitar 200 tempat tidur.

Kata dia, alasan Dinkes Sulteng mendorong RSUD Madani menjadi kelas B lantaran terdapat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) baru yakni Permenkes N0.3 Tahun 2020 bahwa saat ini  rumah sakit tidak lagi berdasarkan urutan kelas kompetensi dokter spesialis namun berdasarkan jumlah tempat tidur.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada lagi rujukan berjenjang dari rumah sakit kelas B, C dan D. Ketika RSUD Madani memiliki sub spesialis apapun itu, maka semuanya harus berakhir di RSUD Madani sehingga kedepan tidak ada lagi kasus yang tidak bisa ditangani di masing-masing rumah sakit.

“Kedepan, RSUD Madani maupun RSUD lain harus semuanya melakukan pengembangan dan tidak ada lagi istilahnya menunggu dokter spesialis,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, di RSUD Madani sudah ada beberapa fellowship yakni dokter ahli melakukan magang selama enam bulan untuk melaksanakan kompetensi dengan persyaratan yakni memiliki peralatan sesuai Permenkes No.56.

Hal itu sebagai upaya agar rumah sakit  di Sulteng bisa bersaing dengan rumah sakit provinsi lain.

“Insyaallah kami akan cepat untuk memberlakukan RSUD Madani menjadi jabatan 2B kalau sudah menjadi kelas B,” jelasnya. NDY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed