oleh

Herwin Yatim Tertinggi di Hasil Survei LSI

-Kab. Banggai-dibaca 2.024 kali
SR Ads

 SULTENG RAYA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network melakukan survei elektabilitas terhadap sejumlah kandidat Calon Bupati Banggai pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Hasilnya, Bupati Banggai H. Herwin Yatim memiliki poling tertinggi.

Strategi Manager LSI, Ikrama Masloman mengatakan, Survei dilakukan di 23 kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling, di mana sebanyak 440 responden diwawancara dengan tatap muka langsung.

“Tingkat kepercayaan dan margin of error 4,8 persen, survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling,” kata Ikrama saat konferensi pers di Swisbellin Hotel Bukit Halimun, Ahad (2/2/2020).

Ikrama menyebutkan, masyarakat yang mendukung H. Herwin Yatim (HY) sebagai calon kandidat Bupati mencapai 50,10 persen suara dalam Pilkada Banggai.

Menurutnya, H. Herwin yatim memiliki tiga kriteria sebagai Matahari tunggal di pilkada Banggai, dari hasil survei nanti di Oktober 2019, HY memiliki angka keterpilihan yang kokoh dan didukung mayoritas publik di atas 50 persen.

Baca Juga :   Jembatan di Desa Nanga-Nangaon Putus

Pertama kata Ikrama, HY memiliki elektabilitas dan angka keterpilihan yang kokoh didukung mayoritas publik mencapai 50 persen dengan keterpilihannya mencapai 50,1 persen. Kedua, pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banggai akan dilangsungkan pada tahun 2020. “Seandainya ada delapan nama calon Bupati Kabupaten Banggai yang akan maju maka akan selisih tajam dengan kompetitor terdekat, selisi HY dengan kompetitornya di atas 40 persen Herwin Yatim 50,10 persen, sementara Ma’mun Amir 8,90 persen, H. Amir Tamoreka 5,20 persen, Hj. Batia Sisilia Hadjar 3,40 persen, Sri Indraningsi Lalusu 2,70 persen, H.  Ihwan Datu Adam 0,50 persen, Sulianti Murad 0,20 persen sementara suara kandidat lainnya hanya di bawah 10 persen, elektabilitas HY akan semakin meningkat meyentuh 55,2 persen jika simulasi 5 kandidat calon Bupati yang bertarung 2020,” sebutnya.

Ketiga lanjut Ikrama, sisa swing voters atau yang belum menentukan pilihannya hanya 26 persen lebih kecil dari elektabilitas Herwin Yatim, bila diasumsikan pemilih megambang atau sebaliknya memilih melawan HY sebagai incamben, bukan menjadi ancaman keterpilihan Herwin Yatim pada pilkada mendatang.

Baca Juga :   Tim Bulutangkis Polres Banggai Kalahkan SPN Polda Sulteng 3-0

“Keempat, H. Herwin Yatim memiliki jumlah massa yang cukup militan, pemilih yang sudah mantap memilih Herwin Yatim di atas 30 persen jika dipresentasikan total pemilih HY di atas 60 persen. “Herwin Yatim menjadi Matahari Tunggal pada pilkada tahun ini, selama ini LSI menemukan (approval rating) atau tingkat kepuasan dan keberhasilan Pemerintahan Kabupaten Banggai yang dipimpin HY mencapai 70 persen hal menjadi tolak ukur kepuasan serta keberhasilan menjadi jawaban HY didukung mayoritas publik di atas 50 persen,” jelasnya.

Sementara, berdasarkan survei LSI 53,6 persen masyarakat masih mengiginkan HY kembali bertarung pada pemilihan mendatang sementara 8,2 persen tidak menginginkan HY kembali muju sebagai kandidat Bupati Banggai, sedangkan 56,9 persen mayoritas publik mengatakan HY sulit untuk dikalahkan dan 7,5 persen HY mudah dikalahkan.

Baca Juga :   SEPANJANG APRIL-MEI 2022, Polres Banggai Tangani 16 Kasus Lakalantas

Kata Ikrama, tantangan para kandidat masih terbuka karena pilkada masih tujuh bulan lagi, dan tingkat keterpilihan didominasi alasan personaliti kandidat belum berdasarkan program kerja yang ditawarkan. “Apapun bisa terjadi tanggal 23 september mendatang akan menjadi penentuan sejauhmana kerja timses dan para kandidat calon Bupati Banggai,” tuturnya.

“Simulasi elektabilitas pasangan kandidat ini dinilai masih dinamis, dikarenakan tiga faktor. Pertama, jumlah pemilih yang masih merahasiakan pilihannya atau pemilih yang ragu-ragu dan menunggu kepastian calon kandidat, atau yang kita sebut swing voter masih tinggi, sehingga peluang kandidat memperebutkan suara ini masih tinggi. Kedua, selama tujuh bulan mendatang sampai hari-H pilkada, situasi politik masih dinamis, artinya berbagai perubahan situasi masih dimungkinkan terjadi yang berefek pada naik-turunnya elektabilitas kandidat dan yang ketiga kandidat dapat menekan angka yang memilih golput,” katanya. MAM

Komentar

News Feed