oleh

Gubernur Resmikan Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Madani

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola meresmikan Gedung Instalasi Rawat Jalan dan Gedung Rehabilitasi Nafza Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Sulteng, Sabtu (1/2/2020).

Dalam Sambutannya, Gubernur Longki Djanggola mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja direktur bersama seluruh karyawan RSUD Madani atas beroperasinya gedung instalasi rawat jalan dan gedung rehabilitasi nafza tersebut. Gedung itu, kata Longki merupakan aset Pemda Sulteng dalam menunjang peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada karyawan dan karyawati RSUD Madani karena selama ini menggunakan gedung instalasi rawat jalan yang lama yaitu gedung dengan ruang tunggu pasien yang terbatas. Tetapi tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien,”ujarnya.

Longki menjelaskan, pelayanan kesehatan di RSUD Madani perlu ditingkatkan lebih baik lagi  terutama dalam menjawab tantangan kinerja pelayanan pada masyarakat. Karena, kata dia sebentar lagi, akan dilakukan survey akreditasi SNARS versi 1.1 tahun 2020.

“Sekali lagi saya berharap, gedung yang megah ini, tidak hanya megah dari fisik saja. Karena mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek klinis medisnya, namun juga dari aspek pelayanan kepada pasien dan aspek pemberian pelayanannya. Karena muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,”jelasnya.

Selain itu, Longki juga meminta kepada RSUD Madani untuk bekerja keras mengubah maindset masyarakat bahwa pelayanan yang diberikan sudah bersifat umum. Karena selama ini, RSUD Madani dikenal sebagai rumah sakit jiwa.

“Sekarang tugas kita, bagaimana bisa mensosialisasikan kepada masyarakat umum bahwa RSUD Madani melakukan pelayanan secara umum,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Madani Sulteng, dr Nirwansyah Parampasi, menjelaskan bahwa gedung rehabilitasi nafza selesai dibangun pada akhir tahun 2016, dengan total luas bangunan 4009 meter persegi terletak di arah selatan RSUD Madani.

Pengoperasian terlambat karena SDM yang dimiliki RSUD Madani kala itu belum siap dalam melakukan penanganan khusus residen pecandu narkoba.

“Sehingga kami kirim staf Madani ke Jakarta untuk belajar langsung ke Kantor  BNN pusat,”jelasnya.

“Kami juga jadi satu-satunya IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) yang melayani rawat inap di Sulteng,” ujarnya melanjutkan.

Untuk gedung instalasi rawat jalan, Nirwansyah mengatakan, gedung dengan seluas 7668 meter persegi itu merupakan gedung yang baru dibangun, setelah merobohkan bangunan lama yang dibangun sejak 1985.

“Bangunan ini dilengkapi dengan swalayan mini, cafeteria serta  mengistimewakan kaum difabel, agar mereka bisa lebih nyaman lagi,”jelasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulteng, Zalzulmida A. Djanggola, Anggota DPRD Sulteng Komisi IV Nyoman Slamet, Direktur RS se Kota Palu, unsur forkopimda, organisasi profesi kesehatan dan mitra kerja RSUD Madani. WAN

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed