oleh

BPOM di Palu Siap Bersinergi Kemenag

SULTENG RAYA – Sejak Oktober 2019, otoritas lembaga mengeuarkan ‘hak halal’ bukan lag melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), melainkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Sejak saat itu, Kemenag RI mewajibkan pelabelan halal kepada setiap produk makanan.

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menyambut baik kebijakan tersebut. BPOM di Palu menyatakan siap bersinergi dengan stakholder dalam melakukan uji coba terhadap setiap produk bakal didaftarkan di Kemenag pada 2020.

“Kami secara teknis mengikuti, karena yang berhak adalah Kemenag RI dengan kami sebagai instansi yang melakukan uji coba apakah produk atau brand itu layak untuk mendapat sertifikasi halal. Kita tentunya akan dilibatkan,” tutur Kepala BPOM di Palu, Fauzy Ferdiansyah, Senin (13/1/2020).

Menurut Fauzy, ke depan pihaknya akan lebih memantapkan komunikasi dengan bidang di Kemenag Sulteng membidangi masalah tersebut.

“Saya kurang tau nama bidangnya, yang jelas itu khusus untuk menilai suatu produk layak atau tidak mendapat label halal,” tuturnya. RHT

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed