oleh

TP4 Dibentuk Bantu Penerima Dana Stimulan

SULTENG RAYA – Sebagian orang mungkin masih asing dengan tim pendamping percepatan pembangunan perumahan (TP4) bentukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.

Bahkan, sebagian juga mempertanyakan, kenapa harus ada TP4 pada penyaluran dana stimulan tahan II? Padahal, pada penyaluran tahap pertama tidak ada.

Kumala Digifest

Salah satunya, pemilik akun bernama Murni Alam. Dalam postingannya di salah satu group media sosial Facebook, ia menuliskan pertanyaan seputaran tugas dan dasar pembentukan TP4 Kota Palu. Bahkan, dalam potingan tersebut, ia meuding pembentukan TP4 Kota Palu terkesan mempersulit para penerima dana stimulan rumah rusak tahap II.

Kalo walikota berani, tujukin dong data bahwa iya ada istruksi presiden ntuk menggunakan tenaga pendamping/fasilitator bagi korban yg Nerima dana stimulan rmh rusak berat! Biar gk terkesan akal2an Pemkot! Jangan menyusahkan warga dgn mekanisme yg berbelit!!” penggalan postingan pemilik akun bernama Murni Alam dilihat Sulteng Raya, Ahad (6/1/2020).

Menanggapi potingan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Singgih B Prasetyo mengatakan, pembentukan TP4 Kota Palu berdasarkan panduan dan petunjuk teknis (Juknis) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Baca Juga :   Dishut Sulteng Ajak Masyarakat Tanam dan Rawat Pohon

Menurutnya, kehadiran TP4 Kota Palu bukan untuk menyusahkan ataupun mempersulit masyarakat, melainkan untuk membantu masyarakat penerima dana stimulan.

“Semua daerah terdampak juga membentuk TP4, seperti Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Bukan hanya Kota Palu. Ini adalah petunjuk dari BNPB. TP4 dipastikan untuk membantu masyarakat penerima di lapangan,” kata Singgih kepada Sulteng Raya, Senin (6/1/2020) malam.

Ia mengatakan, TP4 Kota Palu tidak hanya bertugas mendampingi penerima dana stimulan rumah rusak berat saja, melainkan TP4 juga mendampingi penerima stimulan rumah rusak sedang dan ringan.

“TP4 dibagi dua kelompok, yakni TP4 pembangunan rumah rusak berat dan TP4 rehabilitasi rumah rusak sedan dan rumah rusak ringan. TP4 rumah rusak berat terdiri dari koordinator 1 orang, asisten bidang administrasi/perencanaan 1 orang, Asisten Bidang Operasiona/tekni 2 orang, asisten bidang pembiayaan dan pencairan 1 orang. Setiap koordinator bertanggung jawab terhadap tiga tim asisten. Setiap tim asisten bertanggung jawab terhadap 200 kepala keluarga penerima bantuan,” jelasnya.

“Smeentara, TP4 rehabilitasi rumah rusak sedan dan rumah rusak ringan terdiri dari koordinator 1 orang, asisten bidang administrasi/perencanaan 1 orang, Asisten Bidang Operasiona/tekni 1 orang, asisten bidang pembiayaan dan pencairan 1 orang. Setiap koordinator bertanggung jawab terhadap empat tim asisten. Setiap tim asisten bertanggung jawab terhadap 300 kepala keluarga penerima bantuan,” ucapnya.

Baca Juga :   BKKBN Sosialisasi Perubahan Perilaku Pada Masa Pandemi Covid-19

 

TUGAS TP4

Sebelum meimbulkan asumsi tidak berdasar atas kehadiran TP4 Kota Palu, kata Singgih, pihaknya harus lebih dahulu menjelaskan tugas secara rinci kepada masyarakat.

Terdapat tujuh tugas TP4 Kota Palu. Pertama, melakukan pendampingan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan administrasi pelaporan kegiatan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana.

Kedua, memberikan pendampingan dan pengawasan teknis dalam proses rekonstruksi perumahan pascabencana sesuai kaidah teknis yang berlaku.

Ketiga, melakukan pendampingan masyarakat  dalam kegiatan sosialisasi dan musyawarah pengambilan keputusan.

“Keempat, melakukan pendampingan masyarakat dalam kegiatan penyaluran dan pencairan dana bantuan, serta penyusunan pembukaan dan laporan pertanggungjawaban (pekerjaan dan keuangan),” kata Singgih.

Kelima, memfasilitasi dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana.

Keenam, melaksanakan tugas-tugas lain dalam rangka pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai kebutuhan berdasarkan peritah dan atau penugasan dari Kalak BPBD Kota Palu.

Baca Juga :   BKKBN Dorong UPPKS Belajar Pemasaran Daring

“Terakhir, membuat dokumentasi dan laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang disampaikan kepada Kalak BPBD Kota Palu secara teriodik, yakni laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir. Jadi, intinya, TP4 hadir untuk memudahkan masyarakat mulai dari persiapan pencairan hingga pertanggungjawaban,” tuturnya.

 

TUGAS TPN

Selain TP4, kata Singgih, Pemerintah Pusat juga telah membentuk Tim Pendamping Nasional (TPN). Terdapat lima tugas pokok TPN.

Pertama, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan percepatan dan rekonstruksi perumahan pascabencana di tingkat provinsi dan Kota Palu.

Kedua, melakukan identitifikasi dan membuat rumusan pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana Kota Palu.

Ketiga, melakukan moitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana.

Keempat, megidentifikasi permasalahan, merumuskan recana tindak dan memfasilitasi dan memfasilitasi penyelesaian masalah yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana di Kota Palu

“Terakhir, melakukan pendampingnan administrasi, manajemen dan perencanaan tekni/non teknis untuk BPBD Provinsi dan Kota Palu,” jelasnya. HGA

Komentar

News Feed