oleh

BPBD : Mitigasi Bencana Harus Prioritas

SULTENG RAYA  – Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah di Sulteng seringkali mengalami bencana banjir hingga longsor. Pasalnya, kondisi tanah berporus hingga tingginya curah hujan berpotensi terjadinya bencana tersebut.

Demi mengurangi  risiko  dampak bencana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala, menekankan mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama dalam mengurangi  risiko  dampak bencana.

“Mengawali 2020, kami dan seluruh BPBD se Sutleng benar-benar berkonsentrasi meningkatkan mitigasi bencana kepada masyarakat. Paling tidak, berusaha mengurasi  risiko  yang ditimbulkan dari bencana,” katanya kepada media ini, Senin (6/1/2020).

Salah satu bentuk mitigasi bencana itu, sepert pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan lokasi para pengungsi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Kemudian, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada terhadap bahaya bencana alam. Selanjutnya melalui BPBD, harus menyiapkan peratalatan, logistic dan personil jika sewaktu-waktu terjadi becnana.

Baca Juga :   Disperdagin Bersama Dinkes Bagi-bagi Masker di Pasar Lasoani

Khususnya kepada masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai dan lereng bukit. Pasalnya, di daerah tersebut, sangat rawan terjadi banjir dan tanah longsor yang disertai tanah dan bebatuan.

Bartho mencontohkan, dampak gempa bumi yang terjadi pada 28 September 2018 lalu, melahirkan 77 titik yang berpotensi terjadi longsor. Di wilayah tersebut, mitigasi bencana sangati diperlukan agar masyarakat bisa menyelematkan diri sebelum bencana terjadi.

“Yang terpenting, membuat masyarakat jadi tangguh akan bencana. Salah satu contoh kecilnya, bagaimana anggota keluarga bisa saling membantu ketika melihat tingginya curah hujan diwilayahnya. Jika kondisi tidak memungkinkan, ada yang bisa membangunkan dan menginformasikan kepada seluruh keluarganya,” jelasnya.   RAF

Komentar

News Feed