oleh

Program Kesehatan Modal Anwar Hafid Maju Pilkada Sulteng

-Kab. Banggai-dibaca 458 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Anggota DPR RI Komisi IX, Drs. Anwar Hafid, mengadakan diskusi publik bertema Implementasi Kesehatan dan Ketenagakerjaan, di Bukit Kasih Sayang Keles, Senin (6/1/2020).

Diskusi itu, dihadiri kalangan mahasiswa dan para awak media di Kabupaten Banggai.

Anwar Hafid pada awal pembukaan diskusi mengatakan, apa yang dikerjakan oleh Pemerintah dan realitas dilapangan harus bisa bersinergi antara satu dengan yang lainnya. “Perjalanan safari saya sudah berkunjung ke-13 kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah, intinya telah banyak menerima masukan baik dari kalangan pers maupun mahasiswa, karena tentunya pers mempunyai banyak informasi yang dapat kami sharing sebagai masukan serta segudang fakta yang ada dilapangan,” kata Anwar Hafid.

Baca Juga :   Warga Mekarkencana Temukan Mayat Pria di Kebun

Lanjut Anwar Hafid, realitas dilapangan juga sangat penting untuk didengar dan akan dibahas ketika dirinya kembali ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di daerah Sulawesi Tengah, khususnya berkaitan dengan dua hal yakni kesehatan dan kebijakan ketenagakerjaan yang ada didaerah.

Anwar juga menyampaikan, informasi tentang kebijakan pelayanan kesehatan di Rebublik Indonesia setelah kabinet Presiden RI dilantik untuk periode kedua, yang pertama soal kebijakan kesehatan pemerintah melalui kepemimpinan presiden merencanakan kedepan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi kita tidak lagi terlalu fokus pada persoalan bagaimana masyarakat itu mendapatkan pelayanan yang murah, tapi yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dengan aspek pelayanan kesehatan bisa menjadi kebijakan pemerintah pusat pada tahun 2020 ini sudah bisa terealisasi. Kemudian juga kedepan pemerintah bisa mengupayakan bahwa promotif, preventif itu akan ditingkatkan dengan menfungsikan Puskesmas tidak lagi sebagai lembaga seperti yang kita lihat sekarang ini, tapi lebih kepada promotif dan preventif sehingga dengan demikian bisa sejalan,” jelasnya.

Baca Juga :   HADIRI HARGANASI KE-29 DI LUWUK, Kaper Tenny Menobatkan Bupati Amiruddin Jadi Ayah GenRe

Menurutnya, beban negara dalam rangka memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat kita akan berkurang, salah satunya  bahwa sekarang ini negara lagi mengalami persoalan bahwa Jaminan kesehatan yang dikenal dengan BPJS sekarang ini mengalami kendala besar yakni defisit kurang lebih Rp 32 triliun sampai akhir 2019. Sehingga Presiden mengeluarkan keputusan tentang kenaikan BPJS yang hampir mencapai 100 persen dari semua tingkatan dalam rangka upaya untuk menyelamatkan BPJS dari kebangkrutan dan kita perlu tahu hampir semua rumah sakit memiliki piutang kepada BPJS.

“Dan dengan adanya kenaikan inilah saya datang untuk melakukan diskusi serta mengatasi persoalan pelayanan kepada masyarakat dan menolak untuk kenaikan tarif dari tingkatan yang telah ditentukan pemerintah, dan harapan saya kenaikan khusus untuk kelas 3 bisa disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :   Bupati Banggai Rapat Penanganan Dampak Banjir di Desa Tuntung dan Pongian

“Serta harapan kedepan saya juga ingin memberlakukan agar semua rumah sakit tidak ada lagi kelas yang membedakan, semua masyarakat bisa terlayani dengan fasiltas sama,” tegasnya. MAM

Komentar

News Feed