oleh

Longki: Siapa Bilang, Semua Sementara Jalan

SULTENG RAYA –  Jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola pada 2021 mendatang, berbagai anggapan negatif kinerja selama 2 periode memimpin mulai mencuat.

Selama menjabat 2 periode, Gubernur Longki dianggap tidak memiliki andil dalam pembangunan daerah dan terkesan programnya tidak menyentuh masyarakat. Mulai perpindahan Ibu Kota Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur, hutang Negara dalam pemulihan pascabencana, hingga dirinya disebut tidak memiliki konsep membangun.

Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Longki, menyatakan progress pembangunan daerah pascapenepatan Ibu Kota Indonesia di Kaltim sedang dalam proses pengerjaan.

“Alhamdulillah sudah sementara jalan. Bahkan tim percepatan sudah jalan, baik pemerintah Kota hingga pemerintah kabupaten sementaran jalan,” katanya kepada Sulteng Raya, Rabu (1/1/2019).

Bahkan, sepekan usai penetapan, sebagai kepala daerah Sulteng, Gubernur Longki langsung berkomunikasi dengan Pemprov Kaltim terkait pembangunan daerah pascapenetapan Ibu Kota Indonesia.

Untuk proses implementasinya, menurut Gubernur Longki, harus melalui berbagai tahapan birokrasi. Sehingga, membutuhkan waktu untuk merealisasikan seluruh konsep pembangunan pasca penetapan Ibu Kota.

“Harus tau hirarki birokrasi. Tugas-tugas pokok pemerintah provinsi, tugas pemerintah kabupaten dan kota. Begini, Pemprov sifatnya koordinasi yang tidak menyentuh langsung ke masyarakat, karena ada Pemkab dan Pemkot,” jelasnya.

Olehnya itu, Gubernur Longki, menyarankan agar masyarakat tidak diprovokasi atas isu-isu yang tidak memiliki data dan informais yang akurat. Mengingat, seluruh proses pembangunan membutuhkan waktu yang tidak cepat.

“Tolong jangan diprofokasi masyarakat, seolah-olah tidak ada yang dilakukan. Ini perlu proses, bukan hari ini dibilang besok sudah jadi, semua sementara berjalan,” jelasnya.RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed