oleh

Empat Pilar Kebangsaan di Sosialisasikan di Unismuh Palu

SULTENG RAYA- Salah seorang Anggota MPR-RI dari DPD-RI dapil Sulawesi Tengah Dr. Abdul Rachman Thaha, SH., MH, melakukan sosialossai empat pilar kebangsaan, di Kampus Biru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Jumat (5/12/2019).

Ratusan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Unismuh Palu memadati aula rektorat Unismuh Palu.

Dihadapan para mahasiswa,  Abdul Rachman Thaha menyebutkan, bahwa empat pilar kebangsaan dimaksud terdiri atas Pancasila yang merupakan ideologi negara. Lalu, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk negara serta Bhinneka Tunggal Ika yang tak lain adalah semboyan dan perekat negara.

Katanya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dari dalam dan luar (internal dan eksternal) mengharuskan seluruh warga memahami dengan baik empat pilar kebangsaan. Tidak terkecuali mahasiswa, generasi yang akan jadi pewaris serta pejuang cita-cita negara.

Tantangan internal, setidaknya terdapat lima poin yang telah teridentifikasi. Mulai dari lemahnya penghayatan dan pengamalan akan agama, berlebihannya fanatisme kedaerahan, pemahaman yang tidak berkembang pada kebhinekaan dan kemajemukan, kurangnya keteladanan pemimpin dan tokoh negara hingga penegakan hukum yang tidak maksimal.

“Sedangkan dari sisi eksternal secara garis besar Indonesia menghadapi dua tantangan, pengaruh globalisasi yang kian meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam serta makin kuatnya intervensi kekuatan global dalam pembuatan kebijakan nasional,” tegasnya.

Secara sistematis dan terperinci empat pilar kebangsaan diuraikan satu persatu kepada para mahasiswa. Agar dapat diserap dan tertanam dalam memori, sehingga menjadi tuntunan dalam berperilaku sebagai warga negara.

Soal Pancasila, ditekankan bahwa ideologi bangsa itu merupakan fundamen (dasar), filsafat, pikiran yang menjadi panggilan hidup serta pemersatu.

Tentang Bhinneka Tunggal Ika, disebutkan semboyan negara tersebut sangat urgen dipahami agar persatuan bangsa tetap kokoh selamanya. Dimana beraneka ragam suku bangsa yang ada di Indonesia, begitujuga dengan adat istiadatnya dipersatukan dalam bingkai NKRI.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, diwakili oleh Wakil Rektor 1 Unismuh Palu, Dr Rafiuddin Nurdin mengungkapkan pentingnya transformasi pengetahuan atau pemahaman kebangsaan yang benar dan tepat kepada seluruh mahasiswa.

Terlebih akhir-kahir ini, masyarakat telah dipertontonkan gesekan-gesekan yang ada di masyarakat. Sebagai agen perubahan diharapkan pemahaman mahasiswa tentang kebangsaan atau empat pilar kebangsaan tersebut paripurna. “Sangat penting mahasiswa memahami empat pilar dalam rangka kebangsaan,”kata Rafiuddin Nurdin.

Dalam kegiatan ini, antusiasme mahasiswa mengikuti sosialisasi ditandai dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. AMI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed