oleh

KEPALA BNN KOTA Harap Instansi Lain Ikut Langkah Dandim 1306/Dgl

SULTENG RAYA- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Abire Nusu, berharap instansi lain yang ada di Kota Palu mengikuti langkah yang diambil oleh Dandim 1306/ Donggala dalam komitmen pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Komitmen Dandim 1306/Tadulako bukan hanya dalam bentuk lisan, namun diwujudkan dalam bentuk praktek nyata melakukan pemeriksaan (tes) sampel urin anggotanya.

Dimana Kamis (5/12/2019) pagi,  atas instruksi Dandim 1306/Donggala, Kolonel Inf Widya Prasetyo, 100 lebih anggota Kodim 1306/Tadulako, melakukan pemeriksaan sampel urin. Tidak hanya sampai disitu, bahkan dengan sukarela menyediakan sendiri alat pemeriksaan sampel urin.

Abire menilai, Dandim 1306/Donggala, memahami bentul instruksi Presiden RI No 6 Tahun 2018 tentang  Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

“Kita berharap, instansi lain bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh Dandim 1306/Donggala, komitmen bukan hanya dalam bentuk lisan, namun juga diwujudkan dalam bentuk praktek nyata,”kata Abire, usai melakukan pemeriksaan sampel urin.

Kata Abire, langkah inilah yang paling tepat, sebelum turun mengajak masyarakat luas menjauhi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, terlebih dahulu melakukan pembersihan instansi dari dalam. “Jangan takut kalau ada yang ditemukan anggota atau staf kita yang terindikasi sebagai penyalahguna saat tes urin, karena kalau dibiarkan itu malah semakin berbahaya, jika ada ditemukan toh juga akan dilakukan pembinaan (rehabilitasi),”ungkap kaban.

Sekadar diketahui, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah mendata tingginya angka penyalahgunaan, pengedar maupun bandar narkoba yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.

Kasus narkoba yang sudah ditangani BNNP Sulteng sejak 2018 sebanyak 37 kasus dengan 67 tersangka. Sedangka pihak Polri dalam hal ini Direktorat Narkoba Polda Sulteng menangani 444 kasus penyalahgunaan narkoba.

Jika digabungkan antara BNNP Sulteng dan Direktorat Narkoba Polda Sulteng, totalnya mencapai 481 kasus, barang bukti sabu seberat 6,1 kg dan total uang tunai senila Rp 9,7 miliar.

Pada tahun 2019, BNNP menangani 30 kasus, sedangkan Polda Sulteng menangani 280 kasus, barang bukti sabu yang disita secara kumulatif sejak Januari hingga September 2019 seberat 7,7 kg.

Kota Palu sebagai ibu kota provinsi, ikut andil besar dalam peningkatan jumlah angka kasus tersebut. “Saya berharap, kita semua tidak hanya sebatas komitmen lisan, namun harus ada tindakan yang kongrit dan nyata yang dilakukan, minimal membersihkan instansi masing-masing dari dalam, sebelum kita turun mengajak masyarakat luas, karena kalau kita hanya diam, generasilah yang akan rusak,”harapnya. AMI

 

 

 

Komentar

News Feed