oleh

Stunting di Sulteng Turun 32,5 Persen

SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya menurunkan angka  penderita stunting di wilayahnya. Mengingat, percepatan penurunan stunting menjadi  program prioritas nasional, upaya percepatan terus dilakukan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar  (Riskesdas) tahun 2013, stunting di Sulteng berada pada angka 41 persen. Namun hasil Riskesdas 2018, Pemprov Sulteng mampu menekan  angka stunting  menjadi 32,5 persen.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengatakan presentasi capaian percepatan penurunan stunting memberikan harapan Sulteng bebas dari stunting.

“Semoga angka total populasi ini akan bisa dicapai 100 persen pada akhir tahun akan datang,” katanya saat membuka Rembuk Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (18/11/2019).

Percepatan penurunan stunting dinilai berpengaruh terhadap menurunnya kematian, ibu dan kematian bayi. Gubernur Longki, MENJELASKAN  Dampak dari menurunnya penderita stunting saat ini, angka kematian ibu menurun hingga 2018 sebanyak 82 orang dari tahun 2017 sebanyak 89 orang.  Memasuki November 2019, angka kematian ibu berada pada posisi 63 orang.

Kemudian, jumlah kematian bayi pada tahun 2017 sebanyak 530 orang, menurun pada tahun 2018 sebanyak 470 orang. Sedangkan untuk per November 2019, kematian bayi terhajadi sebanyak 269 orang.

“Dampak dari stunting menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap angka kematian ibu dan kematian bayi,” jelasnya.

Melihat capaian tersebut, Gubernur Longki, berharap pemerintah daerah se Sulteng berupaya mempercepat penurunan stunting di Sulteng. Mengingat, capaian stunting dapat meningkatakan derajat kesehatan masyarakat.

“Saya harap, Pemda bisa bergerak cepat menurunkan stunting,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, mengatakan mendukung upaya Pemprov Sulteng menurunkan angka stunting di Sulteng.

“Kami mendukung. Tentunya dengan anggaran yang ada, kami coba bantu agar benar-benar digunakan untuk menurunkan stunting,” katanya. RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed