oleh

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Siddiq Alhabsyie Dipolisikan

SULTENG RAYA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah bersama kliennya, Muhammad Syarif Al Jufri melaporkan akun Facebook (FB) bernama Sadiq Habsyie atas dugaan penyebaran berita bohong sekaligus ujaran kebencian.

Direktur LBH Sulteng, Julianer Aditia Warman, mengatakan, postingan pada kolom komentar oleh pengguna akun FB tersebut, ditemukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian serta unsur fitnah yang diarahkan ke tokoh utama Alkhairaat tersebut.

“Postingan yang dipublish akun FB bernama Sadiq Habsyie, setelah dipelajari ada dugaan ujaran kebencian,” katanya saat hubungi media ini, Kamis (14/11/2019).

Salah satu postingannya dikolom komentar, akun facebook Sadiq Habsyie menuliskan bahwa ulama Alkhairaat tersebut mengaku Syiah di hadapan kalangan jamaah. Kemudian, Sadiq juga menyebut nama anaknya, Mufida, mengakui Syiah. Pada akhir kalimat komentarnya itu, Saddiq mengatakan keluarga Muhammad Syarif Al Jufri memiliki kedekatan dengan Syiah.

Baca Juga :   Realisasi DD di Sulteng Mencapai 84 Persen

Memaknai postingan komentar itu, Julianer mengatakan, bisa berdampak terhadap lahirnya stigma masyarakat terhadap kliennya itu. Akibatnya, konten yang disampaikan terlapor, dinilai benar oleh masyarakat. Kontennya dianggap telah memfitnah salah satu tokoh utama ulama Alkhairaat penganut aliran Syiah yang dinilai menyimpang dari ajaran Guru Tua.

“Ada dampak yang ditimbulkan dan tidak ada jalan lain selain melaporkannya ke pihak berwajib. Karena, jika dibiarkan stigma yang akan berkembang bahwa berita itu benar. Dan itu merupakan salah satu sikap tegas dari pihak Alkhairaat yang diwakili oleh Habib Muhammad Al Jufri untuk melakukan laporan terkait dengan psotingan tersebut,” jelasnya.

LBH Sulteng barsama Muhammad Syarif Al Jufri melaporkan Sadiq Habsyie ke Polda Sulteng dengan laporan polisi nomor: LP/311/X/2019/SULTENG/SPKT tertanggal 21 Oktober 2019.

Baca Juga :   Segera Cair, Dana BOS Madrasah-Pesantren Pasti Naik

Jualiner, mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP), pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng telah memeriksa tiga orang saksi dari pihak pelapor, diantaranya Abubakar Aljufri, Muh Husnan dan Ikbal serta tiga saksi lainnya dari pihak Alkhairaat.

“Saya menerima informasi, rencananya akan memanggil terduga pelaku ujaran kebencian, Sadiq Habsyie dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Dalam kasus itu, terduga pelaku ujaran kebencian, Sadiq Habsyie, terancam dijerat dengan 28 ayat (2) Undang-undang (UU) nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Pasal tersebut, berbunyi, ‘setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar’.RAF

Baca Juga :   Kadis Minta Guru Masukan Pendidikan Mitigasi Bencana di Kurikulum Nasional

Komentar

News Feed