oleh

Jokowi Diharap Kunjungi Pengungsian

-Kota Palu-dibaca 375 kali

SULTENG RAYA – Dijadwalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan berkunjung ke Kota Palu, Selasa (29/10/2019) hari ini.

Sulteng Bergerak sebagai koalisi masyarakat sipil yang konsisten mendampingi korban pascabencana Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, berharap Presiden Jokowi mengunjungi dan melihat langsung kondisi penyintas yang hingga saat ini masih berada di tenda pengungsian.

Koordinator Sulteng Bergerak, Ardiansa Manu, mengatakan Presiden Jokowi harus mengunjungi para korban terdampak di tenda pengungsian guna mengetahui langsung kondisi korban setelah setahun bencana masih bermukim di lokasi tersebut.

“Kita berharap Pak Jokowi melihat langsung kondisi penyintas yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat,” katanya.

Baca Juga :   Pj. Sekdaprov Sulteng Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Haq

Permintaan tersebut tidak terlepas dari kunjungan mantan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla dan beberapa menteri. Misalnya Wapres Jusuf Kalla, saat itu hanya datang memimpin rapat di kantor Gubernur Sulteng dan hanya melihat lokasi pembangunan Huntap saja.

“Pak Wapres tidak turun langsung melihat para penyintas di pengungsian. Begitu juga dengan pejabat lainnya. Sehingga, persoalan penyintas tidak banyak ia dapatkan padahal masalah sangat kompleks,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga diminta untuk berdialog langsung dengan para korban bencana. Dengan begitu, kata Ardiansa, Presiden Jokowi akan benar-benar memahami apa pokok masalah korban bencana yang sampai saat ini masih banyak terlantar di tenda pengungsian.

Baca Juga :   Bunda PAUD Kelurahan-Kecamatan Diminta Sosialiasikan Pentingnya PAUD Berkualitas

“Pak Jokowi harus benar-benar memaksimalkan kunjungannya untuk menyerap semua persoalan yang terjadi dalam penanggulangan dan pemulihan korban pascabencana di Sulteng,” jelasnya.

PENANGANAN DINILAI MASIH BURUK

Jika kunjungan tersebut dilaksanakan, Ardiansa, akan memberitahukan kepada Presiden Jokowi terkait penanganan korban pascabencana di Sulteng yang dinilai sangat buruk dan cenderung menuai masalah. Salah satunya, yakni data korban yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kondisi di lapangan, sebagian besar korban justru tidak masuk sebagai daftar penerima bantuan sosial seperti jaminan hidup dan bantuan stimulan,” ujarnya.

Selain itu, para penyintas juga membutuhkan solusi terkait kebijakan relokasi bagi warga terdampak yang rumahnya berada di Zona Rawan Bencana (ZRB) tipe 4.  Menurut Ardiansa, hal tersebut harus segera disikapi. Jangan sampai terkesan pemerintah mengabaikan hak perdata korban.

Baca Juga :   Pemprov Sulteng Percepat Pembangunan Jalur Lingkar Palu-Sigi-Palu

“Karena sampai saat ini, pemerintah daerah tidak jelas menangani masalah ini bahkan cenderung tidak memberikan solusi yang baik bagi para penyintas,” tegasnya. RAF

Komentar

News Feed