oleh

Masa Depan Projo Ditentukan Melalui Kongres  

SULTENG RAYA – Ormas Pro Jokowi (Projo) hanya bisa dibubarkan melalui mekanisme kongres atau forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi tersebut. Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua DPD Projo Sulawesi Tengah, Zainal Abidin menanggapi isu terkait bubarnya Projo yang banyak diberitakan media massa nasional.

“Dalam konferensi Pers DPP Projo pada Tanggal 23 Oktober 2019 yang dipimpin langsung Sekjen Projo Handoko, tidak pernah menyatakan bahwa Projo bubar. Disini kami tegaskan bahwa tugas Projo sudah selesai. Karena beda makna antara Projo bubar dengan tugas Projo sudah selesai,”ujar Zainal Abidin kepada sejumlah media di kantornya, Sabtu (26/10/2019).

“Kenapa tugas Projo sudah selesai, karena Bapak Jokowi tidak mungkin lagi diusung untuk periode ketiganya. Aturan hanya membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode,”ujarnya menambahkan.

Zainal Abidin menyatakan, dirinya tidak mengetahui perkembangan politik di masa yang akan datang. Artinya, apakah Projo mengarahkan dukungan kepada pihak tertentu pada Pemilu 2024 atau mungkin Projo akan berubah nama, bahkan tidak menutup kemungkinan Projo akan bertransformasi menjadi partai politik. Menurutnya,  semua kemungkinan itu bisa saja terjadi.

“Tidak serta merta Projo itu bubar, ada mekanisme yang harus dilewati. Projo bisa bubar setelah semua DPD dan DPC berkumpul dalam satu momen kongres yang akan dilaksanakan tanggal 7-8 Desember 2019 nanti. Disana bisa diputuskan Projo bubar atau lanjut. Kita pun tetap meminta pertimbangan kepada Ketua Dewan Pembina kita yaitu Pak Jokowi,” jelas Zainal Abidin.

Pada kesempatan itu, Zainal juga menjelaskan bahwa Projo adalah ormas yang cara bekerja dan cara berpikirnya sama dengan partai politik.

“Kita sudah memiliki DPD, DPC, PAC bahkan Ranting di setiap desa. Dalam AD/ART kita jelas mengatakan bahwa harus 75 persen mengatakan setuju, baru bisa organisasi ini bisa bubar,”katanya.

“Projo adalah Jokowi dan Jokowi adalah Projo. sampai kapanpun kami tetap bersama Jokowi,”kata Zainal.

Sementara itu, menanggapi isu terkait adanya bahasa kekecewaan dari sejumlah kader Projo dengan dimasukkannya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju , dibenarkan oleh Zainal Abidin

“Itu tidak bisa kami pungkiri. Tapi itu dari kalangan bawah atau akar rumput, karena  mereka yang dulunya berdarah-darah, datang dor to dor menemui Pemilih untuk memperjuangkan Pak Jokowi. Tetapi itu bukan pernyataan utuh dari Projo,”jelasnya.

Meski ada kekecewaan, Projo memandang bahwa hadirnya Prabowo Subianto yang merupakan rival Jokowi pada Pilpres 2019 menandai berakhirnya era kubu 01 dan 02.

“Jadi sekarang tidak ada lagi 01 dan 02. Sekarang kita kembali ke 03 Persatuan Indonesia. Kita juga berharap hubungan kita di daerah bisa kita jaga kembali. Tidak ada lagi perpecahan, Pilpres sudah selesai. Mari kita majukan Indonesia, kita dukung Pak Jokowi untuk bekerja bersama-sama,”tuturnya. WAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed