oleh

SMPN 7 Palu Sulap Sampah Jadi Uang

SULTENG RAYA- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Palu, berhasil menyulap sampah menjadi uang, ini sebagai bentuk kreatifitas sekolah dalam menangani sampah yang ada di sekolah ini.

“Branding SMPN 7 Palu itu bebas sampah dan sampah adalah uang.Kenapa kita mengambil branding ini, karena sebelumnya SMPN 7 Palu ini sangat kotor, kemudian tidak memiliki tempat pembuangan sampah sementara,”tutur Kepala SMPN 7 Palu, Masaat, kepada Sulteng Raya, Jumat (25/10/2019).

Sehingga, kata dia, dengan situasi ini, diperlukan sebuah program yang mampu menjadikan lingkungan bersih. Salah satunya melalui Bank Sampah yang dikelola oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) SMPN 7 Palu.

“Jadi sampah kita pilah menjadi beberapa jenis, sampah plastik seperti bekas kemasan minuman, kertas, dos, dan sampah plastik bungkus makanan ringan, serta dedaunan. Sampah pelastik bekas kemasan minuman, kertas dan dos itu langsung ditimbang (dijual), kemudian hasilnya diberikan kepada siswa yang membawa sampah tersebut,”jelasnya.

Baca Juga :   IAIN Palu, Kukuhkan Lima Peserta Wisudawan Prestasi Tahun 2020

Untuk sampah plastik bekas kemasan makanan ringan dimanfaatkan menjadi berbagai jenis kerajinan. Setelah menjadi kerajinan, dijual dan hasilnya diberikan kepada siswa. Begitupun dengan sampah dedaunan, diolah menjadi kompos untuk pupuk tanaman.

“Jadi untuk plastik bekas kemasan makanan ringan itu kita olah menjadi berbagai kerajinan, seperti hiasan dinding, pot pungan dan sebagainya. Alhamdulilah, sampai saat ini kebersihan lingkungan di SMPN 7 Palu sudah semakin meningkat. Sebab, seluruh siswa berlomba-lomba mengumpulkan sampah,”tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk pembuatan kompos, pihak sekolah juga bekerjasama dengan instansi terkait, terutama memohon pembimbingan tata cara pembuatan kompos secara tradisional.”Alhamdulilah, sampai saat ini kita sudah mampu membuat kompos sendiri, bahkan hasilnya sudah kita gunakan di taman-taman sekolah,”jelasnya.ADK

Baca Juga :   PKBM Kana Mapande Dukung Pemberdayaan Perempuan di Palu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed