oleh

Seorang Karyawan PT CSI Terbakar

SULTENG RAYA – Seorang karyawan PT CSI yang beraktifitas di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), La Ode Abdul Riyan mengalami insiden kecelakaan kerja yang mengakibatkan sekujur tubuhnya hangus terbakar, Selasa (22/10/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sulteng Raya, kecelakaan kerja terjadi sekitar pukul 16.50 wita setelah mengikuti briefing, karyawan yang masuk pada shift kedua ditugaskan untuk melakukan pemasangan SIGN dari platfrom 0 meter sampai dengan 29 meter antara furnace 1 dan 2 milik PT CSI.

Mendapat tugas tersebut, korban langsung naik ke bagian atas untuk melakukan pengelasan pemasangan SIGN. Sesampainya di tangga antara platfrom 14-19, tiba-tiba terjadi semburan api dan abu batu bara. Semburan api beserta batu bara yang diduga terjadi karena kebocoran pada bagian gate baghouse ini langsung mengenai seluruh anggota tubuh korban karena saat itu korban melakukan pengelasan di sekitar bocornya bagian gate baghouse di PT CSI.

Baca Juga :   Prajurit TNI di Poso Siap Tempur

Setelah api padam, karyawan yang berada di sekitar TKP langsung mengevakuasi korban dengan membawa ke klinik PT IMIP untuk mendapatkan perawatan medis, dan korban pun kemudian dilarikan ke RSUD Morowali untuk dilakulan perawatan yang lebih intensif.

Koordinator Humas dan Publik Media Relation PT IMIP, Dedy Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut. “Iya memang benar ada kejadian itu, saat itu, korban atas nama La Ode Abdul Riyan sedang bertugas memasang sign atau rambu-rambu peringatan atau penunjuk arah, tiba-tiba terjadi sambaran api yang mengenai korban, ia langsung dibawa dan dirawat di klinik perusahaan, dan dirujuk ke RSUD Morowali, mengenai penyebab kecelakaan saat ini masih dalam proses investigasi tim safety perusahaan,” katanya.

Baca Juga :   Jelang Pelantikan, ESI Poso Gelar Turnamen PUBG

Informasi terakhir kata Dedy, karyawan titipan dari PT BSI di PT CSI tersebut dalam kondisi selamat dan biaya perawatan ditanggung oleh pihak perusahaan. “Semua biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan dan jika sudah sembuh, perusahaan juga tidak lepas tangan dan tetap membuka ruang bagi korban untuk tetap bekerja disini,” jelasnya. BMG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed