oleh

Dana Stimulan Tahap II Rp1,9 Triliun Siap Disalurkan 

SULTENG RAYA – Menindaklanjuti hasil rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) di Istana Wakil Presiden (Wapres) pada 6 Oktober 2019 di Jakarta, dan hasil kunjungan Wapres, Jusuf Kalla di Sulteng, proses percepatan pencairan dana stimulan tahap II bagi korban terdampak bencana segera disalurkan.

Rencananya, dana stimulan tahap II akan ditransfer sebanyak Rp1,9 Triliun ke rekening masing-masing daerah terdampak bencana untuk perbaikan rumah rusak berat sebanyak 15.448 Unit , rusak sedang 27.706 unit dan rusak ringan 42.609 unit.

Gubernur Sulteng diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Sulteng, Bunga Elim Somba, menyampaikan dana stimulan tahap II akan ditransfer ke rekening yang berhak menerima.

“Dana sudah siap dan akan ditransfer,” katanya dalam Rapat Percepatan Pelaksanaan Dana Stimulan Tahap II dan Percepatan Proses Pembangunan Hunian Tetap (Huntap), di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin (14/10/2019).

Sedangkan perbaikan rumah rusak berat, percepatan pembangunannya akan dibantu 1.000 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Maka dari itu, kata Elim, kepada pemerintah daerah terdampak bencana segera mempercepat validasi data By name by adres (BNBA) penerima.

“Saat ini pemerintah daerah sudah sangat siap melaksanakan Dana Stimulan Tahap II,” ujarnya.

Sementara itu, LO Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Kolonel Sutikno, meminta kesiapan semua pihak untuk mempercepat proses pelaksanaan Dana Stimulan tahap II.

“Semua pihak harus mendukung terlaksananya penyaluran dana stimulan,” ucapnya.

Terkait peran TNI dalam perbaikan rumah rusak berat, Danrem 132 Tadulako, Kolonel Infanteri (Inf) Agus Sasmita, menjelaskan bukan keseluruhan berasal dari unsur TNI. Melainkan, pengerjaannya akan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah dan masyarakat.

“Awalnya 1.000 personil. Tapi dengan beberapa pertimbangan, kami masih merancang formulanya. Nanti jika ada masukan, kami siap menerima. Asalkan pembangunan rumah rusak bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Adapun komposisi yang akan membantu perbaikan rumah rusak berat, diantaranya TNI sebanyak 600 Personil, Polri 270 Personil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak bencana 30 Personil dan masyarakat 100 Personil. RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed