oleh

Manfaat JKK dan JKm Bakal Naik

SULTENG RAYA – Manfaat menjadi peserta program perlindungan sosial Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (Jkm) pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan direncanakan naik.

Manfaat yang rencananya mengalami kenaikkan diantaranya, beasiswa bagi anak bakal naik menjadi Rp174 juta dari Rp12 juta saat ini berlaku. Selain itu, terdapat peningkatan pada biaya transportasi, hingga manfaat nonbeasiswa pada Jkm mencapai Rp42 juta dari Rp24 juta saat ini berlaku.

“Namun, hal itu bisa terwujud setelah Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Program JKK dan Jkm sudah diubah. Selain itu, dalam rencana PP yang baru, peserta yang mengalami kecelakaan kerja juga akan mendapat biaya homecare (perawatan rumah) senilai Rp20 juta,” kata Asisten Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Skala Besar BPJS Ketenagakerjaan Kantor Pusat, Kunto Wibowo pada kegiatan Sosialisasi Penghargaan Paritrana 2019 dan Penguatan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (14/10/2019).

Diketahui, berdasarkan PP Nomor 44 Tahun 2015, manfaat JKK diataranya, peserta dilindungi atas risiko kecelakaan kerja, mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat kerja serta perjalana dinas. Kemudian, perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, santunan upah selama tidak bekerja juga akan diberikan. Enam bulan pertama mendapat 100 persen upah sesuai dilaporkan ke BPJS Ketengakerjaan, enam bulan kedua mendapat 75 persen upah, seterusnya mendapat 50 persen upah.

Jika peserta mengalami kecelakan kerja mengakibatkan kematian, mendapat 48 kali upah dilaporkan. Bagi peserta aktif minimal lima tahun, akan mendapat bantuan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp12 juta. Manfaat lain JKK, terdapat bantuan kesiapan kembali kerja alias return to work.

“Berdasarkan PP 44, untuk manfaat JKm, ahli waris mendapat santunan kematian, santunan berkala 24 bulan (dapat diambil skelaigus) dan biaya pemakaman, sehingga total santunan Rp24 juta. Selain itu, ada bantuan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp12 juta bagi peserta aktif lima tahun. Dalam rencana PP yang baru, nilainya bisa mencpaai Rp216 juta,” kata Kunto.

Pada kesempatan itu, Kunto juga mengajak pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, perusahaan skala besar, perusahaan skala menengah serta usaha kecil dan mikro untuk mengikuti anugrerah peritrana 2019 yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kriteria penilaiannya, untuk pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dilihat dari aspek kebijakan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan, penerapan, kinerja dan wawancara. Selanjutnya, kategori perusahaan besar dan menengah, dilihat dari kepatuhan, kinerja dan wawancara. Khusus untuk usaha mikro, hanya dilihat dari kepatuhan dan kinerja,” ucapnya.

Penghargaan anugerah paritrana adalah bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan bagi pemerintah daerah yang telah sepenuh hati mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pelaku usaha besar, menengah, kecil-mikro sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan. HGA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed