oleh

Tiga Desa di Poso Terima Penghargaan dari BPOM

SULTENG RAYA – Sebanyak tiga desa di Kabupaten Poso masing-masing, Desa Maliwuko, Desa Lanto Jaya dan Desa Masamba, menerima plakat dan piagam intervensi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu pada kegiatan Penyebaran Informasi Kosmetik dan Penyerahan Laporan Pelaksanaan Program Nasional Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan Pasar Aman di Kabupaten Poso, Kamis (10/10/2019) di Hotel Ancyra Poso.

 

Penilaian dan penghargaan yang diberikan ketiga desa itu, berdasarkan penilaian BPOM Palu bahwa ketiga desa inilah yang mampu memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap terbentuknya Desa Pangan Aman serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

 

Selain tiga desa, sejumlah OPD masing-masing UPTD Pasar Sintuwu Maroso, Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Poso, juga diberikan penghargaan karena dinilai mampu memberikan kerjasama yang baik dalam tugas dan fungsinya melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan serta obat yang dilarang oleh BPOM.

Adapun proses penilaian telah dilakukan sebelumnya melalui beberapa kegiatan seperti pelatihan kader, bimtek komunitas, pengujian sampel sampai pada fasilitasi keamanan pangan.

Kasie Infokom BPOM Palu, Novi Yanti Rahmi dalam laporannya menyampaikan, plakat serta piagam ini diberikan sebagai salah satu prasyarat peningkatan kesehatan keluarga secara mandiri melalui intervensi program keamanan pangan berbasis komunitas.

Ia juga menambahkan, nantinya profil pasar akan dikirimkan ke Badan POM RI untuk penilaian tingkat nasional dimana hal ini tentunya merupakan upaya bersama dalam mengawal program berkelanjutan. Selanjutnya dalam Laporan Pelaksanaan Program Nasional Gerakan Keamanan Pangan Desa dan Pasar Aman di Kabupaten Poso yang disampaikan dan diserahkan secara langsung oleh Kepala Balai POM Palu Fauzi Ferdiansyah kepada Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri tercatat bahwa salah satu faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya yakni adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah seperti adanya replikasi pasar, penyediaan test kit, serta pengawasan dari instansi terkait seperti Dinas Kumdag dan Kesehatan Kabupaten Poso.

Dikatakannya, adanya hasil monitoring pangan serta hasil survei pasar yang langsung ditindak lanjuti pelanggarannnya oleh pihak-pihak terkait juga turut mendukung keberhasilan program pasar aman di Kabupaten Poso.

Sementara, Wabup Samsuri juga mengapresiasi kinerja serta kerja keras dari dinas terkait maupun UPTD Pasar Sintuwu Maroso yang dinilai mampu menerapkan pola kerja K3I dalam melakukan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat.

Ia juga berterima kasih kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Poso yang terus mendampingi serta mensosialisasikan dan membina masyarakat tentang kesehatan bahan makanan dan bahan aman kosmetika di Kabupaten Poso. “Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melakukan eksplorasi potensi kerja sama dan kemitraan di bidang pengawasan dan peningkatan peredaran obat serta makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi,” ucap Wabup Samsuri.

Oleh karena itu kata Wabup, kegiatan yang dilaksanakan saat ini serta adanya penghargaan yang diberikan kepada beberapa desa yang ada di Kabupaten Poso kiranya mampu mendorong desa-desa lainnya untuk turut bersama-sama melakukan perubahan yang lebih baik bagi Kabupaten Poso kedepannya.

Terkait dengan kegiatan pengembangan program aksi nasional Keamanan Pangan Desa ini, selaku pemerintah daerah, Wabup mengaku semua ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan, sekaligus memperkuat ekonomi desa sesuai dengan sasaran dan prioritas nasional di bidang kesehatan dan untuk meningkatkan efektifitas pengawasan. */SYM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed