oleh

15 Pelajar SMKN 3 Palu Dapat Pengembangan Skill dari  MMKSI

SULTENG RAYA-Sebanyak 15 orang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palu menerima pengembangan skill dari PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), melalui Mitsubishi CSR Educatian Program.

Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak kemarin, Senin 7 Oktober hingga Kamis 17 Oktober 2019 di Laboratorium Teknik Mesin SMKN 3 Palu.

Kepala SMK Negeri 3 Palu, Triyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program hubungan kerjasama industri, dalam konteks penguatan revitalisasi SMKN 3 Palu melalui Mitsubishi CSR Educatian Program.

Fokus dari kegiatan itu adalah Mitsubishi Service Technician Educatian Program 1 (MSTEP 1), di peruntukan bagi siswa SMKN 3 Palu pada jurusan atau kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan, dengan tujuan untuk mencetak SDM unggul.

Baca Juga :   PGRI Minta PP 57 Segera Direvisi

Dalam program ini juga, oleh PT Mitsubishi pemberian donasi berupa satu unit mobil Pajero Sport sebagai alat pratek peserta didik, dan sebelumnya sebanyak tiga guru SMKN 3 Palu telah diberi kesempatan mengikuti pelatihan yang sama di Makassar.

Menurut Triyono, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah diharapkan siswa betul-betul memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan industri, lebih khusus lagi tuntutan dari PT Mitsubishi Krama Yudha.

“Pelatihan MSTEP 1 ini seharusnya hanya diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja selama setahun di Mitsubishi. Namun karena ada kerjasama industri antara SMKN 3 Palu dengan PT Mitsubishi, maka diberikan peluang kepada siswa khusus kelas XII,” jelasnya.

Kata Triyono, proses penjaringanya dilakukan secara terbuka diikuti oleh seluruh siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan, namun yang terpilih hanya 15 orang. Maka mereka inilah yang dilatih kurang lebih 10 hari.

Baca Juga :   57 Sekolah di Wilayah II Siap Laksanakan Tatap Muka

Usai pelatihan, para peserta akan mendapatkan pengakuan keahlian (skill) dalam bentuk sertifikat MSTEP 1, ini adalah sertifikat pengakuan keahlian dari dunia industri yang dapat dijadikan modal bagi mereka setelah lulus dari sekolah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, memberikan apresiasi kepada PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, yang telah memilih SMKN 3 Palu untuk mengadakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan dan jika boleh wajib diadakan, sebab rumpun teknik jika tidak ditunjang dari dunia industri, para siswa itu pasti mengarang saja di kelas, sementara bagi sekolah kejuruan tidak cukup hanya teori, mereka harus lebih banyak praktik,” ujarnya.

Baca Juga :   Ramlah M Siri: Bahaya Perundungan di Sekolah

Olehnya itu, Irwan berharap, kepada seluruh SMK wajib bekerjasama dengan pihak industri.  “Saya juga sudah tekankan, jika ada yang mau membangun unit sekolah baru khususnya untuk  jenjang SMK, jika tidak ada rekomendasi dari dunia industri, pasti sekolah itu saya tidak akan izinkan untuk dibuka. Jadi membangun SMK itu tidak cukup hanya menggunakan jalur birokrasi, tetapi harus ada rekomendasi dari dunia industri,” katanya. AMI

Komentar

News Feed