oleh

Damkar Morowali Butuh Tambahan Mobil

SULTENG RAYA – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Morowali masih terkendala dengan minimnya mobil pemadam yang tertinggal hanya satu unit, sehingga Damkar Morowali masih sangat membutuhkan tambahan mobil damkar.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Damkar yang melekat di Dinas Satpol PP Morowali, Majahid Adam mengaku, saat ini pihaknya terkendala dengan unit mobil pemadam yang sangat minim. “Mobil pemadam efektifnya dua unit, tidak hanya satu unit, untuk bisa memaksimalkan kinerja pemadam kebakaran, harusnya juga ada tangki air untuk digunakan menyuplai air saat kebakaran terjadi, mobil penyiram tidak bolak balik ambil air karena sudah ada tangki yang dipakai menyuplai,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan tangki ini juga sangat urgen karena kebutuhan tangki dan mobil pemadam sangat dibutuhkan, apalagi saat ini musim kemarau, karena dua hari berturut-berturut ada dua kabakaran yang terjadi, tambah lagi bisa dipakai membantu masyarakat saat air PDAM bermasalah.

Baca Juga :   Di Bungku Barat, Kawasan Industri Baru PT BTIIG Siap Dibangun

“Sebelumnya ada kebakaran rumah di area pasar sentral dan hari keduanya ada kebakaran lahan di belakang Polsek, 1 unit saja dipakai pemadam, sehingga untuk meningkatkan kerja pemadam, masih butuh tambahan dan juga bisa mengantisipasi masyarakat saat air bersihnya macet,” jelasnya.

Dikatakan Mujahid, anggaran operasiaonal masih menjadi kendala, karena kebutuhan peralatan yang ada di Damkar sangat mahal, ditambah lagi sistem pengoperasional pompa air yang melekat di truck damkar butuh proses yang cukup lama. “Saya baru menjabat di Damkar, makannya saya sangat kaget melihat keadaan Damkar saat ini, untuk bisa bergerak mesin pompa itu harus panas dulu, sebab jika ada kebakaran pasti Damkar yang disebut-sebut, kita terlambat beberapa menit saja dihujat bahkan dilempar,” ujarnya.

Baca Juga :   Hari Bhakti PU ke-76 di Morowali Diisi Sejumlah Kegiatan

Kedepannya kata Mujahid, ia berencana akan mengusulkan pos pemadam kebakaran di dekat wilayah pasar, karena dianggap paling rawan kebakaran. “Saat terjadi kebakaran di pasar, sudah dipastikan satu terbakar pasti akan cepat menjalar dan bisa mengakibatkan kerugian yang sangat besar, kalau ada pos Damkar di wilayah pasar, setidaknya bisa meminimalisir kerugian, bisa juga membantu masyarakat ketika kekurangan air bersih dan saya ingin ada sumur suntik di pos pemadam sehingga bisa juga berfungsi membantu kebutuhan air masyarakat,” jelasnya. BMG

Komentar

News Feed