oleh

Menyusui, Investasi Terbaik Menjaga Kesehatan Bayi

SULTENG RAYA – Air Susu Ibu (ASI) merupakan salah satu aspek sentral penentu kesehatan bayi.

Gizi murni dihasilkan ibu lewat ASI, membentuk sistem imun tahan terhadap berbagai macam penyakit. Tidak heran, menyusui jadi investasi awal terbaik menjaga bayi tumbuh dengan sehat.

“Pekan ASI sedunia difokuskan pada kebijakan dan peraturan tentang perlindungan sosial orangtua, tempat kerja ramah orangtua dalam sektor formal dan informal, dan nilai-nilai ramah orangtua, serta norma sosial kesetaraan gender. Yang kesemuanya itu, semata untuk medukung ibu agar berhasil menyusui yang hilirnya dapat mencegah terjadinya stunting dan mampu meningkatkan SDM dimasa mendatang,” kata Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pekan ASI Tingkat Provinsi Sulteng Tahun 2019 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Senin (23/9/2019).

Baca Juga :   Peringatan HORI, KPKNL Palu Gelar Lelang Amal

Menurutnya, praktik menyusui secara optimal telah membuahkan hasil secara global. Tercatat, proses meyusui telah mencegah lebih dari 8.023 kematian anak dan 20.000 kematian ibu setiap tahun. Selain itu, tidak menyusui, dikaitkan dengan tingkat kecerdasan lebih rendah dan mengakibatkan kerugian secara ekonomi.

“Perkembangan sosial serta ekonomi individu dan bangsa. Meskipun angka inisiasi menyusu secara global relatif tinggi, namun hanya 40 persen dari semua bayi dibawah enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan 50 persen yang mendapatkan ASI samapi usia 24 bulan,” ucap Longki Djanggola.

 

ASI ESKLUSIF PERLU BUMIKAN

Gubernur Longki menekankan, kesadaran ibu dan ayah untuk membumikan ASI esklusif di Sulteng. Hal itu secara tidak langsung dapat mendukung program pencegahan stunting daerah yang masih relatif tinggi.

Baca Juga :   Cuaca Buruk, Produksi Ikan Asin Menurun

“Memang betul, menyusui adalah keputusan ibu, namun akan lebih baik lagi jika menyusui dari para ayah,” ungkap orang nomor satu di Sulteng itu.

Sementara itu, Kepala Dikes Sulteng, dr Reny Lamadjido, menyebutkan, pekan ASI di Sulteng sedianya diselenggarakan pada Agustus. Namun, terkendala padatnya jadwal berbagai kegiatan sosialisasi maupun workshop baik Dinkes Sulteng, Dinkes kabupaten dan kota hingga Pemerintah Pusat.

“Serentak pada 1 sampai 7 Agustus, namun baru terealisasi saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan itu mengangkat tema ‘ayah dan ibu kunci keberhasilan menyusui’ dan slogan ‘ayo dukung ibu sukses menyusui’. Tema itu syarat informasi gerakan aktif memberikan ASI pada anak untuk meningkatkan kesehatan bayi secara maksimal.

Baca Juga :   Pelaku Usaha Pariwisata Perlu Ciptakan Keamanan Berwisata

“Giat ini memiliki beberapa tujuan diantaranya menginformasikan antara hubungan perlidungan sosial sebagai orangtua yang setara gender dan menyusui, menyampaikan nilai-nilai ramah orang tua untuk mendukung ibu menyusui, melibatkan individu untuk menghasilkan dampak yang lebih besar,” kata Reny Lamadjido. RHT

 

Komentar

News Feed