oleh

Masyarakat Diminta Tidak Sebar Ujaran Kebencian, Isu Sara dan Hoaks

SULTENG RAYA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, berita bohong atau hoaks, fitnah, ujaran kebencian dan rasisme di media sosial diprediksi akan marak dilakukan secara massif dan berpotensi menyebabkan konflik sosial di daerah.

Beberapa waktu lalu, kasus video viral di media sosial terkait dugaan praktik rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur, menyebabkan terjadinya aksi-aksi anarkisme di Papua dan Papua Barat serta di sejumlah daerah. Demikian pula di Wilayah Sulteng, kasus dugaan penghinaan terhadap pejabat daerah oleh salah seorang anggota DPRD Sulteng, saat ini sedang ditangani serius oleh penyidik Polri.

Menyikapi hal tersebut, salah seorang akademisi Kota Palu Prof. Dr. Ir. Saiful Darman, MP, CEIA meminta masyarakat Sulawesi Tengah, agar tidak terpancing dengan isu-isu yang sengaja memecah belah persatuan seperti itu.

Baca Juga :   Dari Sumatera ke Palu Bawa 7,3 Kg Sabu

“Berita hoaks dan isu-isu Sara, sudah sangat merisaukan kita karena telah menghilangkan nilai kesopanan serta nilai kerukunan antar masyarakat yang diajarkan di dalam Pancasila,” kata Prof. Saiful yang juga konsultan lingkungan hidup ini.

Menurutnya, Berita hoaks dan isu-isu SARA bisa mengancam keutuhan dan keharmonisan bangsa karena bisa menimbulkan keresahan sosial, sehingga perlu diantisipasi oleh seluruh elemen masyarakat.

“Edukasi terhadap masyarakat agar tidak mudah mempercayai serta turut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah dan kelompok masyarakat,” jelas Prof. Saiful.

Saiful Darman juga berharap, menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lokal yaitu Pilkada, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sulteng, penyebaran berita, foto maupun video dengan konten yang dapat memicu terjadinya konflik sosial harus segera diantisipasi. WAN

Baca Juga :   Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan Masyarakat

Komentar

News Feed