oleh

Abubakar Aljufrie Batal Terima Rp 25 Miliar

SULTENG RAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Donggala menolak gugatan anggota DPRD Donggala, Abubakar Aljufrie terhadap Bupati Donggala, Kasman Lassa pada kasus perdata dugaan pencemaran nama baik dengan tuntutan Rp 25 miliar.

Hasil putusan bernomor 16/Pdt.g/2019/Pn/Dgl yang disampaikan Ketua Majelis Hakim PN Donggala, Taufiqurrohman, SH. M.Hum dalam sidang yang terbuka untuk umum, Rabu (9/2019) dihadiri kuasa hukum tergugat, Yulies Kelo K, SH namun tanpa kehadiran kuasa hukum penggugat, Amirullah, SH.

Kasus pencemaran nama baik yang dikenal masyarakat dengan istilah kasus doti ini, memakan waktu hampir tiga bulan sejak dilaporkan.  Setelah melalui proses persidangan dan mendengarkan seluruh keterangan saksi antara lain dari wartawan, akhirnya majelis hakim selain memutuskan kasus perdata ini tidak dapat diterima, juga penggugat wajib membayar uang pengganti perkara senilai Rp 710 ribu.

Kuasa hukum tergugat, Yulies Kelo K, SH usai persidangan mengaku sangat puas atas putusan PN itu karena sudah sesuai dengan fakta persidangan.

“Dari awal kami mengatakan sangat optimis dengan jawaban kami maupun esepsi kami.

Jadi masalah gugatan yang kabur? Dikabulkan. Perematur? Dikabulkan juga. Jadi semua apa yang kami mintakan dalam esepsi dikabulkan majelis hakim,” terangnya dengn wajah berseri.

Putusan hakim ini belum masuk dalam pokok perkara yaitu masalah ancaman pemukulan maupun ancaman doti (dimaknai ilmu hitam) yang disampaikan Bupati Donggala dalam video yang viral pada Juni 2019 itu.

“Putusan ini belum masuk dalam pokok perkara. Jadi yang diputus adalah mengabulkan esepsi tergugat,” tandasnya.

Yulies Kelo K Ditanya terkait isi tuntutan Rp 25 miliar yang diajukan Abubakar Aljufrie dalam perkara perdata ini, dijawab dengan lugas oleh Yulies bahwa hal ini juga termasuk ditolak oleh hakim.

“Masalah tuntutan ganti rugi sebesar Rp25 miliar, itu sudah masuk dalam pokok perkara dan tidak diterima,” tegasnya.

Terkait dengan kasus pidana pencemaran nama baik ini, masih dalam penanganan Polda Sulteng. Yulies mengaku siap mengikuti proses hukumnya.Sementara kuasa hukum penggugat, Amirullah SH yang dikonfirmasi wartawan per telpon mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan banding atas putusan PN Donggala itu setelah salinan putusan diterima. WAH

Komentar

News Feed