oleh

Pegawai Honorer Dipaksa Pacar Isap Sabu

SULTENG RAYA – Seorang pria di Jalan Tadulemba, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) terpaksa harus berurusan dengan kepolisian karena diduga terlibat dalam kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Pria yang diketahui berinisial MR (25) itu, juga dilaporkan oleh warga bahwa yang bersangkutan membawa kabur seorang perempuan berinisial RS (25).

Kapolres Palu, AKBP Mujianto melalui Kapolsek Palu Utara Iptu Laata, Rabu (4/9/2019) membenarkan, adanya penangkapan pelaku yang diduga terlibat Narkotika jenis sabu.

Laata mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa RS sudah dua malam tidak kembali ke rumah dan sesuai informasi bahwa dia dibawa lari MR yang tidak lain adalah pacarnya.

Baca Juga :   Warga Cemara Takut Banjir Susulan

Atas informasi itu, Polisi segera mendatangi rumah MR dan mendapati bersama dengan korban RS di dalam kamar. Polisi lalu meminta agar pintu kamar tersebut dibuka, dan setelah dibuka petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, polisi menemukan diduga jenis sabu-sabu dan alat hisap sabu di atas meja kamar.

Polisi juga menanyakan dimana telepon genggam merk Iphone 6 Plus milik korban RS dan pelaku MR menjawab barang itu telah digadaikan di Tatanga. Tanpa menunggu lama, Polisi segera menggiringnya ke Mapolsek Palu Utara untuk diinterogasi lebih lanjut.

“Selama di dalam rumah pelaku korban dipaksa mengisap sabu-sabu yang dibeli oleh pelaku, korban adalah pegawai honorer di kantor pemerintahaan,” kata Kapolsek Laata.

Baca Juga :   Pandemi, Pelaku Usaha Mikro Diminta ‘Baca’ Kebutuhan Pasar

Kapolsek juga mengungkapkan, pelaku MR diketahui merupakan penjual sabu-sabu di Kayumalue Ngapa. Bahkan pelaku MR diketahui dua kali melempar mobil polisi dan memprovokasi massa agar menyerang petugas saat penangkapan pengedar di Kayumalue.

Bersama pelaku MR, polisi juga menyita barang bukti berupa satu paket sisa sabu-sabu yang digunakan, lima macis gas, sebuah pirex, dua lembar uang pecahan Rp 5 ribu, sebuah bong, pipet, selembar pecahan Rp 10 ribu, selembar pecahan Rp 2 ribu, selembar pecahan Rp 50 ribu dan selembar pecahan Rp 100 ribu.

“Barang bukti dan pelaku sudah dijemput oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Palu untuk diproses hukum lebih lanjut,” tutur Kapolsek.

Baca Juga :   Wawali Sigit: Mari Bersama ‘Pulihkan’ Palu

Sementara, Kapolres Palu AKBP Mujianto mengimbau, kepada masyarakat kota Palu khususnya daerah-daerah  yang sampai saat ini melindungi para pengedar Narkoba, agar para tokoh agama, pemangku adat maupun pemuda mari kita bersama-sama berperan aktif dalam pemberatasan Narkoba.

“Apabila melihat agar segera menghubungi petugas terdekat untuk ditindaklanjuti, katakan perang pada Naroba,” tegas mantan Kapolres Buol itu. YAT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed