oleh

Dinsos Palu Diminta Segera Tetapkan Data Penerima Jadup

SULTENG RAYA – Memasuki bulan ke-10 paska bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September, dana jaminan hidup (Jadup) bagi warga penghuni hunian sementara (Huntara) di Kota Palu belum juga disalurkan.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar penghuni Huntara mulai mempertanyakan peran pemerintah dalam menangani warga terdampak serta penyaluran anggaran Jadup.

Kumala Digifest

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sulawesi Tengah, Ridwan Mumu meminta kepada Dinas Sosial Kota Palu untuk segera menetapkan data penerima jadup tahap 1. Sehingga, bisa segera disalurkan.

“Segera kunci data penerima jadup. Setelah itu saya buat rekomendasinya untuk dicairkan di Kementerian Sosial,” kata Ridwan Mumu kepada Sulteng Raya, Rabu (17/7/2019).

Baca Juga :   Dishut Sulteng Ajak Masyarakat Tanam dan Rawat Pohon

Menurutnya, penyebab terhambantnya penyaluran dana Jadup di Kota Palu dilatarbelakangi data penerima Jadup sering kali berubah alias tidak valid.

“Di Kabupaten Sigi dan Donggala lancar semua. Cuma di Kota Palu ini bermasalah data yang tidak valid dan selalu berubah,” katanya.

 

 

JADUP UNTUK PALU SUDAH SIAP RP43 MILIAR

Ridwan menegaskan, dana Jadup untuk warga terdampak penghuni Huntara di Kota Palu telah siap Rp43 miliar di Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Dana tersebut, kapanpun dapat dicairkan. Asalkan, data telah valid. Kuncinya, ada pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu.

“Saya ingatkan  lagi, penerima Jadup bukan hanya penghuni huntara PUPR, tapi juga  huntara yang dibangun NGO. Semuanya dapat,” tegasnya. RAF

Komentar

News Feed