oleh

Hari Ini, Senat Unisa Tentukan Pilihan Rektor Baru

SR Ads

SULTENG RAYA-Hari ini, Senat Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu melakukan pemilihan rektor, pengganti Hamdan Rampadio yang telah menyelesaikan masa jabatnnya selama dua priode, (2011-2015 dan 2015-2019).

Ada dua agenda besar yang diagendakan oleh Senat hari ini, yang pertama mendengarkan pertanggungjawaban Rektor Hamdan Rampadio diperiode ke dua 2015-2019, dilanjutkan dengan pemilihan rektor.

Sebelumnya, diagendakan tanggal14 Juni 2019, namun karena ada kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapim) Alkhairaat selama dua hari, dari tanggal 13 hingga 14 Juni 2019, maka rapat senatpun ditunda. Karena semua calon rektor dan juga hampir semua anggota Senat adalah peserta Rapim.

Panitia Pilrek Unisa, Husain Lationo, menjelaskan, sebelum dilakukan rapat senat pemilihan rektor, terlebih dahulu digelar rapat senat mendengarkan pertanggungjawaban Rektor Hamdan Rampadio masa jabatan 2015-2019.

Setelah itu, barulah digelar rapat senat pemilihan dengan mempertimbangkan hasil pemilu raya yang digelar pada tanggal 28 Maret 2019. Dimana Pemilu Raya itu melibatkan dosen, staf, dan mahasiswa sebagai pemilik hak suara untuk mengukur tingkat elektabilitas seorang calon rektor.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Dari rapat senat itu hasilnya diserahkan ke yayasan dan ke Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri. “Keputusan terakhir itu ditangan Ketua Utama, namun tentu juga tetap melihat dan mempertimbangkan hasil keputusan rapat senat,”jelas Husain Lationo. Ahad (16/6/2019).

Senat Unisa Palu sendiri dari 25 orang, masing-masing Rektor, para Wakil Rektor, para dekan, perwakilan dosen setiap fakultas satu orang, para ketua lembaga (LMP dan LP2M), serta dosen yayasan bergelar doktor.

Kali ini sebanyak empat kandidat yang bertarung memperebutkan kursi rektor Unisa Palu, masing-masing nomor urut 1 Dr Ahsan Marjudo, nomor urut 2 Dr Umar Alatas, nomor urut 3, Dr Moh Agus Lamakarate, dan terakhir nomor urut 4, Dr Muhammad Yasin.

Dari keempat calon itu, tiga diantaranya adalah dosen yayasan, yakni Dr Ahsan Marjudo, Dr Umar Alatas, dan Dr Muhammad Yasin. Sementara Dr Moh Agus Lamakarate sendiri saat ini masih berstatus sebagai dosen Yayasan Panca Bhakti Palu, namun perna menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Sis Aljufri, mengundurkan diri dari sekretaris telah bertekad maju sebagai kandidat rektorat untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

Baca Juga :   BPOM di Palu Sinergi Pemkab Buol Galakkan Keamanan Pangan

Sebelumnya, sejumlah tokoh Alkhairaat, diantaranya mantan Dekan FAI Unisa Palu sekaligus guru besar IAIN Palu, Prof Zainal Abidin, Dr H Muhtadin Dg Mustafa MHI serta Rektor Unisa Palu, Dr. Hamdan Rampadio, menghendaki rektor yang akan datang adalah berasal dari dosen yayasan.

Sebab dosen yayasan memahami betul kondisi Unisa Palu, serta tau apa yang harus mereka lakukan untuk mengatasi setiap permasalahan di Unisa. Selain juga saat ini sudah banyak dosen yayasan yang memiliki kapasitas, baik secara pengalaman dan akademik. Sehingga dengan alasan tersebut sudah saatnya dosen yayasan diberi kesempatan memimpin kampus peninggalan guru tua ini.

Dilain pihak, saat pemilu raya, kandidat nomor urut 3, Dr Moh Agus Lamakareta mengungguli kandidat lainnya dengan perolehan 88 suara, menyusul nomor urut 2 Dr Umar Alatas dengan perolehan 52 suara, berikutnya nomor urut 1 Dr Ahsan Marjudo dengan perolehan 39 suara, dan terakhir nomor urut 4, Dr Muhammad Yasin dengan perolehan 31 suara.

Baca Juga :   MAN IC Palu Adakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Agus unggul hampir di semua kalangan. Mantan Sekretaris Yayasan Sis Aljufri ini unggul di kalangan dosen dan pegawai. Ia berhasil memperoleh suara 33 di kalangan dosen dan 34 suara di kalangan pegawai. Sementara di kalangan mahasiswa, Agus Lamakarate berhasil meraup 64 suara (khusus mahasiswa, 3 suara dihitung satu suara).

Sementara Umar unggul di kalangan mahasiswa. Ia mampu meraup suara milenial sebanyak 71 suara (bagi 3), di kalangan dosen 19 suara, sementara di kalangan pegawai hanya 9 suara.

Menyusul Ahsan, suara terbesarnya di kalangan dosen. Ia mampu meraup 20 suara dosen, 13 suara pegawai, dan mahasiswa paling buncit, 18 suara (bagi 3).

Terakhir Yasin, dimana cukup populer di kalangan mahasiswa dibandingkan Ahsan. Yasin mampu meraup 34 suara di kalangan mahasiswa (dibagi 3). Namun di kalangan dosen, Yasin hanya mampu meraup 11 suara, dan hanya 9 suara di kalangan pegawai. AMI

Komentar

News Feed