oleh

Respon Bangga, Unisa Salurkan Bantuan Kemanusiaan

-Pendidikan-dibaca 1.046 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Universitas Alkhairaat Palu, menyalurkan bantuan kemanusiaan atas respon musibah banjir bandang yang melanda Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, dan Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut berupa pakaian dan sembako yang dikumpul dari seluruh civitas akademika Universitas Alkhairaat Palu, baik mahasiswa, pagawai staf, dan dosen yang ada, disalurkan oleh Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, dan mahasiswa peserta KKN.

“Ini sudah ke 10 kalinya, dan Insyah Allah berikutnya kita akan salurkan lagi yang baru datang ini, karena bantuan terus berdatangan dari dosen-dosen kami,”ungkap Dekan Fakultas Ekonomi Unisa Palu, Marjun H Pakaya, Kamis (2/5/2019).

Berdasarkan data sementara BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebanyak enam desa terdampak bencana banjir bandang disertai lumpur. Enam desa tersebut berada di tiga kecamatan yang berbeda, di wilayah Kabupaten Sigi.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Desa yang terdampak dimulai dari Balongga, Kecamatan Dolo Selatan. Sedikitnya, 36 rumah rusak akibat lumpur, kayu, pasir dan kerikil yang terbawa bersama banjir. Ada 47 kepala keluarga dengan total 174 jiwa, mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Selanjutnya Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan. Sedikitnya, 500 rumah wargaterdampak banjir bandang. Aparat kepolisian dari Polsek Dolo dibantu Polres Sigi, bersama BPBD Sigi, perangkat desa dan warga lainnya, berusaha membersihkan lumpur dan kayu yang menimbun rumah warga serta akses jalan raya. Sebanyak 551 kepala keluarga dengan total 2259 jiwa, diungsikan.

Desa ketiga yaitu Walatana, Kecamatan Dolo Selatan. 42 kepala keluarga di desa tersebut, juga terpaksa mengungsi.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Kemudian, Desa Omu, Kecamatan Gumbasa. Dilaporkan, lima rumah warga hanyut terbawa banjir, sedangkan 23 rumah lainnya terendam lumpur yang dibawa banjir. Sekitar 10 hektar lahan perkebunan warga dan 10 hektar sawah di desa Omu, juga terendam lumpur. Akses jalan darat terputus sepanjang 10 meter. Akses jalan ini tepat di perbatasan Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Gumbasa. Warga yang pengungsi sebanyak 30 KK .

Desa yang kelima yaitu Tuva, Kecamatan Gumbasa. Berdasarkan informasi dari kepala desa kepada BPBD Sigi, sebanyak lima unit rumah di desa ini terendam banjir. Berdasarkan data sementara BPBD Sigi, satu warga asal Desa Bangga, dilaporakan masih hilang di dalam perkebunan warga Desa Tuva. Nama warga yang hilang diidentifikasi atas nama, H Bado (90).

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Desa terakhir yang terdampak banjir di Kabupaten Sigi, yaitu Desa Salua, Kecamatan Kulawi. Desa ini berada Jalan Poros Palu-Kulawi antara Desa Salua-Sadaunta. Dilaporkan, desa ini tertimbun longsor, akibat hujan intensitas  tinggi turun di pegunungan sekitar desa tersebut. SUARAPALU/ AMI.

 

Komentar

News Feed