oleh

Ekonomi Belum Stabil

SULTENG RAYA – Ekonomi Kota Palu dinilai belum mencapai titik normal seperti sebelum bencana.

Sehingga, PT Mandala Multifinance, Tbk., lebih selektif memilih calon nasabah yang akan diberikan pembiayaan.

Demikian dikatakan Kepala Cabang Mandala Finance, Moh Abduh kepada sejumlah wartawan di Kantornya Jalan S Parman Kota Palu, Selasa (2/4/2019).

Menurutnya, pada Januari 2019, pihaknya telah aktif melakukan penjualan kepada konsumen, namun belum massif.

“Pascabencana, mulai bulan Oktober 2018 kami sudah melakukan pendataan (rescheduling) dan mengecek langsung kondisi konsumen. Selanjutnya, hasil dari pendataan itu baru kami berikan kebijakan yang tepat untuk konsumen yang jadi korban bencana,” katanya.

Dikatakannya, jumlah costumer Mandala Finance Cabang Palu saat ini sekitar 8.000. Sehingga penambahan customer baru harus berdasarkan pertimbangan matang dan kondisi ekonomi calon nasabah yang diprospek.

Terkait dengan adanya forum pemutihan hutang korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. Saat ini, Abduh menegaskan dalam dunia perbankan maupun perusahaan pembiayaan (leasing) tidak mengenal namanya penghapusan utang yang ada hanyalah restrukturisasi dan rescheduling.

“Jadi,  kami dari awal tetap menolak yang namanya penghapusan utang. Dicantumkan dalam surat permohonan itu tidak ada ketegasan dari pemerintah dan OJK. Untuk itu, kami dari pihak perbankan serta perusahaan pembiayaan menyatakan menolak dengan adanya forum tersebut karena itu akan memperlambat perekonomian didaerah ini,” ujarnya.

“Dari pembiayaan tahun ini kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan jaringan. Makanya calon nasabah kami harus di crosscheck betul. Biasanya yang menimbulkan kredit macet itu kan sebenarnya nasabahnya sudah bermasalah duluan, tapi perusahaan tidak bisa mendeteksi,” ujarnya manambahkan. RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed