oleh

BRI Salurkan Dana PIP Rp18,5 Miliar

SULTENG RAYA – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp18,5 Miliar.

Program PIP itu sendiri telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) menggunakan kartu.

Adapun Kartu Indonesia Pintar (KIP) BRI diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP seluruh Indonesia penerima dana PIP, termasuk di Sulteng.

“Yang terdaftar sesuai laporan yang kami terima kurang lebih sekitar 39.238 rekening siswa. Ini di luar yang terdaftar di cabang lain. Kemudian,  ada juga sekolah yang salah data sehingga penyaluran dana di cabang lain seperti di Kabupaten Poso tertunda,” kata Reni Bagian Operasional BRI Cabang Palu di Jalan Muhammad Hatta, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya, BRI Cabang Palu menyalurkan bantuan-bantuan kepada pelajar dalam bentuk non tunai. Melalui non tunai, maka uang yang dipergunakan dapat dipertanggungjawabkan, transparan dan aman.

“Data itu khusus Murid SD dan SMP. Ini belum termasuk bantuan lain untuk SMK juga disalurkan lewat BRI,” ucap Reni.

Pembagian dana tersebut sesuai usia pelajar. Siswa kelas 1 tingkat SD mendapatkan Rp225 ribu per siswa. Sedangkan, siswa kelas 2 hingga kelas 6 mendapatkan dana bantuan PIP sebesar Rp450 ribu.

“Untuk pelajar SMP terima sekitar Rp750 ribu per siswa. Dana tersebut ditabung dalam simpanan pelajar (Simpel, Red). Penyaluran dana setiap tahun. Tidak tahu sampai kapan, kami hanya membantu kinerja pemerintah,” katanya.

Penyaluran dana tersebut merupakan lanjutan di 2018 lalu. Pascabencana alam, pihaknya langsung menerima penambahan data- data yang di tahun kemarin.

“Maka dari itu seperti yang dilihat sekarang banyak sekali penerima bantuan PIP diakibatkan karena bencana penyaluran dana yang sempat dihentikan. Sehingga, data kemarin digabungkan dengan data sekarang,” tuturnya.

Seperti diketahui, dana bantuan PIP merupakan bantuan untuk kebutuhan personal pendidikan bagi peserta didik miskin atau rentan miskin berusia 6 hingga 21 tahun agar tidak mengalami putus sekolah.

Peruntukan biaya personal pendidikan tersebut, seperti membeli buku dan alat tulis, pakaian seragam sekolah atau pakaian praktik dan perleng­kapan sekolah lainnya.

Selain itu, bisa juga digunakan untuk membiayai transportasi ke sekolah, uang saku, biaya kursus atau les tambahan, biaya praktik tambahan atau biaya magang atau penempatan kerja. */RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed