oleh

Dibalik Kesuksesan Mengelola Lingkungan Sekolah

-Pendidikan-dibaca 670 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Mengubah lingkungan sekolah menjadi hijau dan asri bukanlah sesuatu yang mudah dan instan, apalagi sampai meraih penghargaan adiwiyata. Ada strategi dan perencanaan yang diperankan dibalik kesuksesan mengelola lingkungan sekolah tersebut.

Kepsek SMPN 11 Palu, Sunardiyanto SPd, MPd, sebagai salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) yang berhasil mengelola lingkungan beberapa sekolah yang perna dipimpinnya menjadi lebih hijau dan asri, bahkan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Sunardiyanto berbagi cerita dibalik keberhasilannya mengelola lingkungan sekolah. Ia menuturkan, setiap memimpin sekolah, ada dua program prioritas yang selalu ditonjolkan. “Saya berkeyakinan, agar siswa dan guru betah di lingkungan kelasnya, ada dua prioritas utama dan perlu dimasukkan dalam visi sekolah yang secara tidak langsung sekolah adiwiyata bisa tercapai,”jelasnya, kepada Sulteng Raya, Senin (11/2/2019).

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Program pertama, lanjut Sunaryo, yakni dengan memaksimalkan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM). Inilah salah satunya langkah awal setiap kepemimpinannya dengan cara membangun komitmen dan menekankan tanggungjawab kepada guru terhadap Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) sesuai dengan jadwal yang ada. Komitmen itu, membuat guru selalu siap melaksanakan KBM tepat waktu dan sesuai dengan jadwal.

“Artinya meminimalisir kosong kelas, agar siswa tidak punya peluang untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,”katanya.

Program kedua, membuat lingkungan belajar yang menyenangkan. Hal ini yang erat kaitanya dengan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL). Untuk menciptakan lingkungan yang Bersih, Indah, dan Tertib (Binter), Sunaryo melibatkan semua warga sekolah, baik itu siswa maupun guru.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Selain itu, Sunaryo juga  membagi lingkungan sekolah menjadi beberapa wilayah, tiap wilayah ada beberapa guru yang menjadi penanggungjawab dan membawahi beberapa kelas untuk membuat lingkungannya asri dan nyaman.

Jadi, kata dia, semua sekolah yang dikelolanya selalu menerapkan pola yang sama. Hasilnya selalu bergerak secara progesif ke sekolah yang berwawasan lingkungan (Adiwiyata, Red).

Disamping itu, untuk memacu motivasi komunitas tiap zona dan tiap kelas, kerap diadakan lomba antar kelas yang berwawasan lingkungan dengan instrument yang mengadopsi kriteria sekolah adiwiyata.

Dengan demikian, kata dia, anak-anak dan para guru merasa bertanggungjawab atas zonanya masing-masing. Yang tidak kalah pentingnya setiap guru wajib mengintegrasikan pembelajaran lingkungan kedalam mata pelajaran yang diajarkan.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

“Hanya saja, kendalanya SMP Negeri 11 Palu saat ini pagar sekolahnya roboh semua kena gempa 28 September 2018 lalu, jadi kami berharap pemerintah memprioritaskan pagar agar tanaman yang sudah bersusah payah dirawat dengan penuh semangat adiwiyata bisa aman, sebab faktor tersebut juga menjadi salah satu pendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan,”harapnya. ADK

Komentar

News Feed