oleh

Tunjangan Padat Karya Terkendala Regulasi Bank

SR Ads

SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyebut bahwa penyaluran tunjangan peserta padat karya terkendala regulasi pembuatan buku tabungan dari perbankan, sehingga sampai saat ini tunjangan cash transfer mandek.

Demikian dikatakan Kepala Dinsos Sulteng, Ridwan Mumu saat dikonfirmasi Sulteng Raya, Selasa (15/1/2019). Dikatakannya, sebagai fasilitator, pihaknya telah menanggulangi persoalan tersebut, dengan melakukan rapat koordinasi antara pemerintah dengan perbankan yang ditunjuk menyalurkan tunjangan padat karya.

“Tadi barusan kami rapat, padat karya sudah di desa-desa, hanya pada persoalan cash transfer, uangnya sudah ada, tapi banyak kesulitan membuatkan nomor rekening karena berbagai persyaratan  harus dipenuhi bagi penerima tunjangan padat karya. Namun, sudah dirapatkan, dan sudah ditemukan jalan keluarnya,” tutur Ridwan.

Baca Juga :   Wawali Palu Dorong IMM Bersinergi Sukseskan Program Pemkot Palu

Dia menambahkan diawal penyaluran tunjangan padat karya dengan perbankan pasti mendapatkan kendala teknis. Namun, dengan langkah sigap, pemerintah menanggulangi hal tersebut, karena berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat memperoleh haknya.

“Namanya awal, tentunya ada benturan-benturan. Apalagi bank punya regulasi yang memang mutlak untuk hal tersebut. Namun, dari pemerintah sudah mendukung penuh, bahwa dari persoalan ini, kami dinas sosial sudah memfasilitasi untuk mengadakan pertemuan,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sulteng bersama pemerintah kabupaten yang terdamapk bencana serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) merekrut korban gempa yang kehilangan pekerjaan menjadi pekerja padat karya dengan upah sesuai standar minimum Provinsi Sulteng. RHT

 

Komentar

News Feed