oleh

Hasil Pemeriksaan DKP-BKIPM, Ikan di Danau Talaga Mati Akibat Gempa

SULTENG RAYA – Hasil pemeriksaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Donggala bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palu, menyebutkan kematian ikan di Danau Talaga disebabkan karena gempa yang terjadi pada Jumat 28 September 2018 lalu.

“Sehubungan hasil survei dan pengukuran kualitas air yang dilakukan oleh tim dari DKP Donggala, maka diketahui konsentrasi amonia melampaui batas lethal (1,5-2mg/L. Sedangkan batas lethal 1 gm/L),” kata Kepala DKP Donggala, Ali Assegaf, Kamis (13/12/2018).

Ali Assegaf mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim dari BKIPM Palu, mengindikasikan adanya fenomena upweling yang terjadinya bahan organik di dasar perairan menuju kolam air, sehingga terjadi peningkatan konsentrasi amonia . “Berdasarkan kondisi tersebut, maka stasiun BKIPM Palu merekomendasikan agar mengurangi pemberian pakan dan kepadatan ikan terhadap budidaya ikan di sekitar danau Talaga, terutama pada musim hujan,” ujarnya.

Baca Juga :   Sulteng Kini Miliki Delapan Pertashop

Menurutnya, perlu dilakukan penetapan zonasi peruntukan kawasan danau guna mengurangi masuknya sumber-sumber bahan organik di sekitar kawasan danau.

Sebelumnya diberitakan, Rabu (5/12/2018) sejumlah ikan ditemukan mati di Danau Talaga Kabupaten Donggala. Hal ini juga mengakibatkan para nelayan di wilayah itu takut untuk mencari ikan di Danau Talaga.

 Ikan jenis mujair di Danau Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, ditemukan mati oleh salah seorang nelayan setempat. Belum diketahui pasti penyebab matinya ikan-ikan mujair itu.

Kepala Dinas (kadis) Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Donggala, Ali Asegaf yang dihubungi Sulteng Raya mengaku belum mengetahui pasti penyebab matinya ikan di Danau Talaga, yang pasti pihaknya bakal mengecek penyebab kematian ikan.

Baca Juga :   PKBI JMK OXFAM Bantu Korban Banjir Bandang di Desa Limboro

“Segera kami tindaklanjuti. Besok (hari ini) tim DKP bersama Karantina ikan ke Talaga,” kata Kepala DKP Ali Asegaf, Rabu (5/12/2018).

Diketahui, Ikan-ikan mujair itu pertama kali dilihat oleh nelayan di wilayah Danau Talaga, mereka terpaksa tidak ke danau untuk mencari ikan karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang warga Talaga, Fadli mengakui dirinya tidak mengetahui pasti penyebab kematian sejumlah ikan-ikan di Danau yang terletak sekitar 145 kilometer sebelah utara kota Palu itu.

“Kami dapat info dari masyarakat lain, tiba-tiba pagi hari pas ngecek danau ikan-ikan sudah ditemukan dalam keadaan mati,” kata Fadli.TUR

Komentar

News Feed