oleh

Cerita Kajari Donggala, Tangkap Anggota DPRD Hingga Direktur RSUD

-Kab. Donggala-dibaca 1.182 kali

SULTENG RAYA – Belum lama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Donggala, Yuyun Wahyudi tengah menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi di wilayah hukumnya diantaranya, kasus dugaan korupsi Bahan Bangunan Rumah (BBR), proyek SPAM dan sejumlah proyek lainnya.

Mantan Koordinator Kejati Kepulauan Riau (Kepri) itu, memang dikenal tegas dan tak pandang bulu dalam menangani sejumlah kasus korupsi, hal ini bisa dilihat dari track record saat Yuyun Wahyudi pernah bertugas di Kepri.

Informasi yang dihimpun Sulteng Raya, Ahad (9/12/201), Yuyun bercerita saat dirinya menjabat di Kepri sejumlah pejabat berhasil dijebloskannya ke penjara, dia tak melihat siapa pejabatnya kalau salah tetap salah.

Yuyun mengaku pernah menjebloskan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun, Drg. Agung Martiarto Bin M Junaidi yang dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan olah Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Saat itu JPUnya adalah Yuyun, dia meyakini terdakwa Agung terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan serangkaian tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pengadaan alat kesahatan (Alkes) di rumah sakit tersebut tahun 2014 senilai Rp2,258 miliar.

“Perbuatan terdakwa Drg. Agung Martiarto diyakini terbukti bersalah sebagaimana dakwaan subsider melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dalam dakwaan subsider, juncto pasal 55 KUHP,” jelas Yuyun Wahyudi.

Selanjutnya kata Yuyun, salah seorang dokter bernama Tajri yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK)‎ pada Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Anambas dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit tahun 2009 dengan anggaran Rp3,2 miliar juga dijebloskan ke penjara oleh Yuyun.

“Dokter Tajri saat itu kabur dan melarikan diri saat akan dieksekusi jaksa. Saya yang memimpin pengejaran berhasil menangkap dokter Tajri yang telah berstatus DPO di Batam saat membuka praktik,” tegasnya.

Sementara, Jaksa Yuyun juga menuntut terdakwa Erianto yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, terdakwa melakukan kecurangan dalam proyek penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Natuna. Sesuai perkara Korupsi nomor 13/Pid.Sus-TPK/2016/PN Tpg.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuyun Wahyudi dan Jaksa Imam Rusli menerangkan, serta menjelaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan korupsi. Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam Proyek penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

“Terdakwa terbukti bekerjasama dengan saksi Muhammad Nasir Bin Bujang Zainal alias Nasir, selaku Ketua Dewan Pendiri‎ Badan Perjuangan Migas Natuna,” kata Yuyun Wahyudi.

Diketahui, usai menggantikan Gatot Gunosembodo mantan Kajari Donggala, Yuyun banyak melakukan dobrakan baru, hampir semua kasus di Donggala diperiksa dan dinaikkan statusnya oleh Yuyun dan tim jaksa Donggala. Bahkan, sudah banyak kasus lain yang berhasil dituntaskan oleh pria kelahiran Jawa Barat itu.TUR

Komentar

News Feed