oleh

Kantor Polsek Tinombo Selatan Diamuk Warga

SULTENG RAYA – Kantor Polsek Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) diamuk warga, Sabtu (8/12/2018). Amukan warga itu dipicu dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi terhadap salah seorang pelaku yang ditahan akibat terjerat kasus dugaan narkotika.

Informasi yang dihimpun Sulteng Raya, pelaku yang bernama Rahmat (22) warga Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, tewas beberapa jam usai penangkapan oleh aparat.

Kapolres Parmout, AKBP. Zulham Efendi Lubis yang dikonfirmasi Sulteng Raya, Ahad (9/12/2018) mengatakan, pihaknya langsung mendatangi kantor Polsek Tinombo Selatan pada saat sejumlah warga mendatangi TKP sebagai bentuk kekesalan mereka yang menduga kematian Rahmat disebabkan karena penganiayaan okum anggota polisi di jajaran Polres Parmout.

Menurutnya, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan penyebab kematian Rahmat, dan membenarkan bahwa dugaan kematian yang bersangkutan akibat penganiayaan. Sebab, seluruh tim yang telah dibentuk saat ini sedang melakukan pendalaman terkait persoalan itu.

Baca Juga :   Pemda Parmout Gelar Pelatihan KHA untuk Percepatan KLA

“Saya baru saja pulang dari kantor Sub Sektor Tinombo Selatan, disana saya menemui semua warga dan menyampaikan akan menindaklanjuti persoalan ini, agar tidak lagi ada amarah warga,” kata Zulham.

Guna mengetahui penyebab pasti kematian Rahmat kata dia, pihaknya telah meminta persetujuan pihak keluarga untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Rahmat. Sebab, apa yang terlihat di anggota tubuh Rahmat ketika meninggal dunia, belum bisa dipastikan menjadi penyebab kematiannya. Melainkan penyebab kematian dapat dipastikan oleh dokter ahli melalui otopsi.

“Memang sempat ada yang bertanya, apakah tidak cukup apa yang terlihat di badan? Saya katakan, di badan tidak bisa dikatakan penyebab meninggal dunia. Hal itu dapat diketahui pasti oleh dokter, bukan yang dilihat,” jelasnya.

Baca Juga :   Kejari Parmout Lakukan Restorative Justice Tiga Perkara Pidana

Sehingga kata kapolres, jenazah korban yang sempat dilarikan ke RSUD Anuntaloko Parigi langsung dibawa ke RS Bayangkara Palu untuk melakukan otopsi, yang didampingi bebepara orang perwakilan keluarga.

Sebelumnya, pihaknya berencana melakukan otopsi di RSUD Anuntaloko Parigi dengan meminta tim forensik datang ke Kota Parigi untuk mengefektifkan waktu. Hanya saja terkendala persoalan sarana prasarana yang belum tersedia. “Jadi otopsi sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga, sesuai dengan harapan kami supaya clear persoalan ini. Jadi rencananya jam lima sore ini (kemarin) mulai dilakukan otopsi. Jadi biar hasil otopsi yang berbicara,” jelasnya.

Dia menambahkan, Rahmat merupakan terduga kasus Narkoba yang baru ditangkap, Sabtu (8/12/2018) sekitar pukul 02:00 wita dini hari oleh anggotanya. Kemudian, yang bersangkutan ditemukan mengeluarkan busa dari mulutnya dan petugas piket membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :   Pemda Parmout Gelar Pelatihan KHA untuk Percepatan KLA

Namun kata dia, karena keterbatasan akhirnya yang besangkutan dilarikan ke RSUD Anuntaloko Parigi. Setelah mendapatkan penanganan beberapa jam usai rujuk, yang bersangkutan meninggal dunia sekitar pukul 21:00 wita.

“Untuk penyebab kematiannya, tim masih bekerja. Pesan saya tolong kepada masyarakat memberikan kepercayaan penanganannya kepada polri. Tidak perlu membuat isu-isu, gerakan-gerakan yang nantinya akan merugikan juga,” harapnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa, polri tunduk pada hukum pidana umum dan kode etik profesi, apapun tindak pidana yang bisa diakibatkan sebuah tindakan, tetap akan diterapkan.OPI

Komentar

News Feed