oleh

WVI Ikutkan 634 KK Program Padat Karya

-Kota Palu-dibaca 833 kali

SULTENG RAYA – Wahana Visi Indonesia (WVI) merekrut 634 warga mewakili satu Kepala Keluarga (KK) tersebar di Kelurahan Mamboro, Mamboro Barat dan Taipa ikut dalam program pendampingan ekonomi melalui program Bantuan Non Tunai (BNT) Padat Karya.

Menurut General Manager Zone Sulawesi Maluku Utara WVI, Radika Pinto, program BNT Padat Karya merupakan salah satu upaya pihaknya memberikan stimulan penggerak ekonomi masyarakat terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018 lalu.

“Program BNT Padat Karaya sebagai bagian dari program kami dalam respon tanggap darurat di Palu, Sigi dan Donggala. Jadi, kami berkoordinasi dengan pemerintah untuk memilih daerah-daerah yang terdampak parah untuk merekrut masyakat ikut dalam program ini,” kata Radik Pinto saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Program BNT Padat Karya di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Jumat (7/12/2018).

Ia mengatakan, program BNT Padat Karya WVI, mengadopsi pelaksanaan program Padat Karya telah diterapkan Pemerintah Indonesia sebelumnya, yakni peserta harus berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan untuk dapat menerima BNT dari WVI.

Baca Juga :   Kemenag Gorut Studi Peningkatan Sistem Informasi KUA di Sulteng

Namun, program itu hanya berlaku selama tujuh hari kerja saja. Peserta diberikan insentif mengikuti Upah Minimum Provinsi, yakni Rp80 ribu per hari. Sehingga, peserta yang ikut program BNT Padat Karya mendapatkan total Rp560 ribu per orang.

“Kami juga melengkapi mereka dengan perlengkapan alat kerja, seperti gerobak dorong, cangkul dan sekop. Paket itu diberikan setiap keompok,” katanya.

 

PESERTA TER-COVER BPJS KETENAGAKERJAAN

 

Selain memberikan BNT kepada peserta, WVI juga mengikutkan seluruh peserta dalam program perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan kematian (JKm) program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Kami juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk meng-cover perlindungan terhadap peserta selama sebulan,” kata Radika.

Rencanaya, program serupa bakal dialaksankan di dua kabupaten terdampak lainnya, yakni Kabupaten Sigi dan Donggala. Total target peserta direkrut sebanyak 4.250 orang perwakilan setiap KK.

“Kami menargetkan akan melibatkan 4.250 KK dalam program BNT Padat Karya ini. Namun, wilayahnya masih kita koordinasikan dengan pemerintah daerah. Dan seluruh peserta akan kami ikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Baca Juga :   Anggota Permippos di Palu Diharapkan Turut Sukseskan Program Pemkot

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Muhyiddin DJ, mengatakan, dengan didaftarkannya seluruh peserta BNT Padat Karya, maka sejak dari rumah hingga kembali ke rumahnya lagi untuk bekerja, sudah masuk dalam perindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Artinya, kalau terjadi kecelakaan saat kerja, maka seluruh biaya perawatan akan ditanggung BPJS TK. Begitu pun, jika meninggal dunia akan mendapatkan santunan kematian dari BPJS TK, minimal Rp24 juta,” kata Muhyiddin DJ.


Hidayat: Diharapkan Jadi Pionir Lembaga Lain

 

Sementara itu, Gubernur Suawesi Tengah diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Moh Hidayat Lamakarate, mengatakan, program BNT Padat Karya WVI diharapkan dapat menjadi pionir dan contoh bagi lembaga kemanusiaan lainnya di Sulteng.

Karena, kata dia, program seperti itu dianggap mampu merangsang kembali semangat bekerja para korban terdampak bencana di Pasigala.

“Tidak bisa langsung diberi (uangnya) tapi lewat padat karya, saya pikir lebih laik, ” kata Moh Hidayat Lamakarate saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pembukaan program BNT Padat Karya dilaksanakan WVI di Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Jum’at (7/12/2018).

Baca Juga :   49 Pasutri di Palu Ikut Sidang Isbat Nikah

Sekdaprov Hidayat juga meminta para lurah, Ketua RW dan Ketua RT segera mendata warganya belum tersentuh bantuan untuk dilaporkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

“Saya juga minta lurah untuk mendata masyarakat yang sebelum bencana sebagai pelaku UMKM, nelayan, petani yang kehilangan maat pencariannya akibat bencana. Karena, sejumlah lembaga kemanusiaan, termasuk Wahana Visi Indonesia memiliki program memberikan bantuan stimulan kepada pelaku usaha, nelayan, petani dan lain sebagainya. Sebagai upaya untuk membangkitkan kembali ekonomi warga,” kata Hidayat.

Hadir pada kesempatan itu, perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng, Moh Haris Kariming, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Muhyiddin DJ, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palu, Fachri Idris dan  tokoh masyarakat setempat. HGA

 

Komentar

News Feed