oleh

Wabup Parmout Bakal Tindaklanjuti Utang Rastra

SR Ads

SULTENG RAYA – Wakil Bupati (Wabup) Parmout, H. Badrun Nggai bakal menindaklanjuti utang Beras Sejahtera (Rastra) yang serhitung sejak tahun 2017 hingga September 2018 kemarin sebesar Rp300 juta lebih.

“Tunggakan itu akan diselesaikan dan memang inilah kelemahan kita sebelumnya, dan itu saya sudah instruksikan kepada mereka agar secepatnya melunasi tunggakan itu,” katanya saat ditemui Sulteng Raya usai menghadiri salah satu kegiatan di Kecamatan Tinombo, Kamis (29/11/2018).

Dia mengatakan, jika memang hal ini ada keterkaitan dengan para kepala desa (Kades) maupun aparat desa, pihaknya akan membuat surat tanggungjawab mutlak untuk mengembalikan uang tunggakan itu. “Jadi dengan adanya surat tanggungjawab mutlak ini mereka diharapkan secepatnya mengembalikan uang itu,” ujarnya.

Menurutnya, terkait tunggakan Rastra ini, sejumlah kepala desa di Parmout sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi. “Saya sudah sampaikan kepada mereka pada saat itu. Bahkan, dengan pihak Bulog tolong jangan sampai mengendap di kepala desa uang itu,” tegasnya.

Baca Juga :   Fahriyanto: Masyarakat Harus Kawal Proses Pembentukan DOB di Parmout  

Dia mengaku, sebelumnya sudah berupaya untuk memberikan solusi agar menyetor uang tersebut, dengan menggunakan nomor rekening yang sudah disediakan oleh pihak Bulog. “Apakah itu nomor rekening petugas Bulog, agar mereka langsung setorkan uang itu ke Bulog, dan jangan sampai uang itu berlama-lama di tangan kita, sebab itu akan beresiko nantinya,” ujarnya.

Dia berharap, kepada kepala desa untuk berniat baik dalam hal ini agar supaya uang tunggakan Rastra segera dilunasi. “Tidak apa-apa dicicil, sedikit demi sedikit yang penting punya niat baik untuk mengembalikan uang itu, kasihan anak istri kalau kita akan berurusan dengan hukum nantinya, mudah-mudahan saya punya komentar ini mereka baca,” harapnya.

Baca Juga :   Raperda Pembentukan dan Pengelolaan LPPRL Dikembalikan ke Pemda Parmout

Sementara, Kejaksaan Negeri Parigi melakukan penyelidikan utang Rastra tahun 2017 sebesar Rp300 juta yang tak kunjung tuntas hingga kini. Bahkan, jaksa yang telah melakukan pengumpulan data dan keterangan telah mengantongi nama calon tersangka dalam dugaan penyimpangan dana tersebut.

Hal itu disampaikan Kasi Pidsus Kejari Parigi, Muhammad Tang yang ditemui Sulteng Raya di salah satu cafe di Kelurahan Maesa, Sabtu (24/11/2018).

Dia mengatakan, Kabupaten Parmout merupakan daerah yang paling besar utang pembayaran Rastranya di tahun 2017 yang mencapai Rp300 juta lebih, jika dibandingkan sejumlah kabupaten lainnya di Sulteng yang hanya mencapai puluhan juta hingga belasan juta.

Pihaknya menduga, ada praktek tambal sulam alias dalam pengelolaan dana pembayaran Rasta dari pemeringah desa ke pihak Bulog. Misalnya, utang di tahun 2016 yang menunggak ditutupi pada tahun 2017. Sehingga terjadi penunggakan pembayaran hingga tahun 2018 ini, yang seharusnya sudah selesai pada tahun 2017 kemarin, sebab tak lagi dibebankan pembayaran alias gratis di tahun ini.

Baca Juga :   Masyarakat Diminta Proaktif Dalam Pelaksanaan PTSL

“Utang di 2016 ditutupi tahun 2017, seperti gali lubang tutup lubang. Di tahun 2017 mines, berharap mau menutupi tunggakan di tahun ini tapi tidak bisa karena tahun ini sudah gratis,” ujarnya.OPI

Komentar

News Feed