oleh

Kades di Tolitoli Dibekali Ilmu Pemerintahan Desa

-Kab. Tolitoli-dibaca 388 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Seluruh kepala desa (Kades) di Kabupaten Tolitoli yang baru saja dilantik, mendapat pembekalan ilmu pemerintahan desa oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tolitoli di Hotel Bumi Harapan Tolitoli, Rabu (28/11/2018).

Ketua panitia penyelenggara bimbingan teknis (Bimtek), Syulhasmi dalam laporannya menyampaikan bahwa, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberikan pembekalan menyangkut dasar-dasar pokok penyelenggaraan pemerintahan desa bagi kepala desa yang terpilih pada pemilihan kepala desa serentak awal 2018 ini, serta yang telah dilantik oleh Bupati Tolitoli beberapa waktu lalu, agar dalam pelaksanaan pemerintahan desa kedepannya bisa lebih terarah dan lebih baik.

Sementara, Bupati Tolitoli, Hi. Moh Saleh Bantilan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Hi. Mukaddis Syamsuddin mengatakan bahwa, terbitnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa menjadi titik awal harapan bagi desa untuk bisa menentukan posisi, peran dan kewenangan atas dirinya (Kades).

“Untuk itu, harapan supaya desa bisa bertenaga secara sosial dan berdaulat secara politik sebagai pondasi ke arah demokrasi desa, serta berdaya secara ekonomi dan bermartabat secara budaya sebagai wajah kemandirian desa,” katanya.

Hal itu kata sekda, selaras dengan Nawa Cita yang dicanangkan oleh pemerintah dan program pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJM Nasional 2015-2019 yaitu, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terkait dengan bimbingan teknis kepala desa ini, Bupati Tolitoli berharap pemerintah desa ke depan harus mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Semua unsur di dalam pemerintahan desa harus bersinergi, tidak saling berbenturan, memperoleh dukungan dari masyarakat serta terbebas dari kegiatan-kegiatan yang dapat menghambat proses dan laju pembangunan desa.

Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan mampu produktif dan memperlihatkan hasil kerja nyatanya yaitu, mewujudkan kesejahteraan rakyatnya dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya seoptimal mungkin. Oleh sebab itu, kerja keras adalah kata kunci yang harus tetap dipegang oleh pemerintah desa.

“Pemerintah desa tidak bisa terus larut di dalam euforia kekuasaan, karena pada hakekatnya kewenangan yang diberikan oleh undang-undang dan masyarakat merupakan beban yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan masyarakat maupun dihadapan Tuhan,” jelasnya.

Kegiatan bimtek itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mohammad Dzikron, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD, Ramli Mukkarram dan para kepala desa se-Kabupaten Tolitoli sebagai peserta bimtek.TAM

Komentar

News Feed