oleh

Daging Beku Bulog Distribusi ke Warung Makan

-Metropolis-dibaca 365 kali

SULTENG RAYA – Pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifkasi di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) sejumlah perhotelan di Kota Palu berhenti beroperasi karena rusak berat hingga rubuh.

Hal itu berampak pada pendistribusian daging kerbau beku milik Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tengah Persero, Tbk. Namun, daging beku itu kini dialihkan Bulog di warung makan dan konsumsi rumah tangga di Kota Palu.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Komersial Bulog Divre Sulteng, Juharnon Lalundo kepada Sulteng Raya, Senin (26/11/2018).

“Jadi untuk daging kerbau beku yang kami datangkan 6 ton beberapa waktu lalu memang memiliki sasaran penjualan salah satunya perhotelan. Terkait dengan saluran penjualan itu, dengan dampak kemarin di perhotelan, masih ada animo masyarakat dan restoran yang punya ciri khas makanan berhubungan dengan daging seperti coto dan lainnya,” ucapnya.

“Jadi dipastikan masih sangat diminati, dibuktikan dengan stok saat ini hampir habis dan akan mengajukan pasokan kembali untuk distribusi intens di Kota Palu,” ujarnya menambahkan.

Dikatakannya,  komoditi daging beku ini dijual dengan harga sangat terjangkau untuk konsumen yakni Rp80 per kilogram. Hanya, kata dia, kebiasaan masyarakat mengkonsumsi daging beku belum terbiasa.

“Tapi mudah-mudahan kedepan sebagai daging alternatif yang disiapkan oleh kami yang memang bergerak di bidang stabilisasi pangan. Harganya paling tinggi Rp80 ribu, kami akan terus perkenalkan ke masyarakat bahwa daging beku dari kerbau ini juga tidak kalah sehat dan bergizi,” tuturnya.RHT

Komentar

News Feed