oleh

235 Siswa SDN Palupi Telah Imunisasi Vaksin MR

SULTENG RAYA- Sebanyak 135 siswa SD Negeri Palupi mendapatkan Imunisasi Vaksi campak-rubella (MR), Sabtu (10/11/2018). Ini adalah kedua kalinya tim vaksin MR Puskesmas Palupi memasuki sekolah ini, setelah sebelumnya hanya sekitar 100 orang yang bersedia di imunisasi vaksin  campak-rubella (MR).

Hal tersebut disebabkan oleh katakutan akan halal dan haramnya vaksin tersebut, namun setelah keluarnya pernyataan resmi di MUI Pusat, jika imunissai vaksi MR tersebut dapat dilakukan selagi belum ditemukan vaksi pengganti.

“Sudah hampir 75 persen, sisa 122 orang yang belum, dari 357 siswa yang ada, 235 diantaranya sudah di vaksin,” jelas Kepala SD Negeri Palupi Kartini Saleng, Ahad (11/11/2018).

Ke-122 siswa yang belum divaksin tersebut karena kebetulan tidak hadir. “Tidak hadir saat ada imunisasi, sehingga tidak sempat diiminisasi,”ungkap Kartini.

Meskipun proses imunisasi tersebut diwarnai isak tangis peserta didik yang ketakutan jarum suntik, namun karena pengalaman dan kecerdikan petugas imunisasi, imunisasi vaksi MR tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mendorong masyarakat untuk imunisasi Measles Rubella (MR) demi mencegah berkembangnya penyakit campak dan rubella. Terlebih, penggunaan vaksin MR telah dibolehkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meski mengandung bahan babi.

“Penyakit campak dan rubella tidak dapat diobati. Pengobatan yang diberikan kepada penderita hanya bersifat supportif. Tetapi kedua penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi,” kata Menkes Nila dalam siaran pers, belum lama ini.

Nila menjelaskan, pemerintah telah berkomitmen untuk mengeliminasi risiko serta pengendalian campak dan rubella pada 2020. Orang yang berisiko tertular virus tersebut adalah anak-anak dan orang dewasa yang divaksinisasi.

Ia kembali mengingatkan, vaksin MR yang diproduksi Serum Institute of India itu telah mendapat izin WHO dan izin edar dari BPOM. “Vaksin MR ini 95 persen efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Ini aman dan telah digunakan di 144 negara,” ujarnya.

Nila menerangkan, campak dan rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus melalui saluran pernapasan. Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis), sedangkan gejala penyakit Rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

“Sedangkan rubella penyakit ringan pada anak, tapi terkena pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran hingga kecacatan serius pada anak. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan,” paparnya.

Pemerintah saat ini masih menggencarkan program kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa.

Menkes Nila menegaskan pihaknya telah berkomitmen kuat untuk mencegah dampak penyakit tersebut.

“Hidup sehat adalah hak setiap anak. Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” tandasnya. AMI/TribunNews.

Baca Juga :   Bulan Depan, Kuliah Daring Untad Akan Dievaluasi

Komentar

News Feed