oleh

Bupati Sigi Jadi Anggota Kehormatan BSMI

SULTENG RAYA – Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menganugrahkan Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta sebagai anggota kehormatan. Penganugrahan tersebut diberikan langsung selepas upacara peringatan Sumpah Pemuda di Lapangan Dolo, Sigi, Senin (29/10/2018) pekan lalu.

Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dalam penanganan pasca gempa.

Ia menyebut, kolaborasi BSMI dengan Pemerintah Sigi akan berlanjut dengan pendirian Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) sebagai bentuk lanjutan RS Lapangan di Sigi.

“PPKR nantinya akan digunakan untuk klinik berobat sekaligus pusat rehabilitasi bagi pasien yang sebelumnya mendapat tindakan pengobatan termasuk operasi di RS Lapangan BSMI,” ujar Djazuli Ambari di Posko Utama BSMI Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (5/11/2018).

Baca Juga :   Kapolres Sigi Resmikan Polsubsektor Gumbasa

Djazuli Ambari menyebut bahwa pada bulan Desember, operasional RS Lapangan bisa sepenuhnya beralih ke bangunan permanen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan BSMI di Sigi.

Sementara Bupati Sigi, Muhamad Irwan Lapata mengaku terhormat atas gelar tersebut terlebih selama ini ia melihat kiprah BSMI yang selalu terjun ke lokasi bencana dan krisis kemanusiaan.

“Alhamdulillah saya merasa bangga karena selama ini melihat BSMI di media terkait upaya penyelamatan, evakuasi, pertolongan masyarakat yang terkena musibah bahkan membantu korban peperangan di luar negeri,” ujar Irwan.

Kata Bupati Irwan, pihaknya akan berbuat semaksimal mungkin untuk mengikuti langkah-langkah dan kegiatan BSMI dari sisi perannya sebagai kepala pemerintahan di Sigi.

Baca Juga :   Kapolres Sigi Resmikan Polsubsektor Gumbasa

“InsyaAllah bisa mengikuti langkah-langkah kegiatan BSMI meskipun dalam bentuk pemerintahan, tetapi nilai perjuangannnya yakni sosial kemanusiaan yang sangat luar biasa,” ujar dia.

Ia pun meminta secara resmi agar peran dan tugas BSMI di Kabupaten Sigi diperpanjang dalam melayani akses kesehatan masyarakat. Sebab, saat ini yang masih sangat dibutuhkan masyarakat korban gempa di Sigi adalah hunian sementara.

Menurutnya, dalam dua hingga tiga bulan usai gempa, akan banyak masalah baru bermunculan jika masyarakat masih tetap tinggal di tenda pengungsian.

“Dampak persoalan baru, pasti kesehatan yang diakibatkan karena sampah. Kemudian MCK yang sudah diisi tetapi warga masih buang hajat di tempat lain. Sehingga huntara dan air bersih masih mendesak ada,” papar Irwan.

Baca Juga :   Kapolres Sigi Resmikan Polsubsektor Gumbasa

 

Selain itu, pihaknya masih kekurangan tenda-tenda untuk sekolah darurat anak-anak sekolah di Sigi. Ia menyebut dari kebutuhan 104 tenda, saat ini baru terpenuhi 51 tenda darurat untuk sekolah.

“Sementara yang makro infrastruktur pembangunan akses jalan terutama Biromaru-Palolo yang kena likuifaksi. Itu harus dibuka untuk akses ekonomi masyarakat,” jelas Bupati Irwan. FRY

Komentar

News Feed